Sabtu, 22 Maret 2014

TUGAS 1 . KESEHATAN MENTAL

Tiara Iranasari
17512371
2PA08

Konsep sehat adalah DEFINISI SEHAT
Sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas daripenyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut WHO (1947) .Definisi Sehat Dalam Keperawatan Sehat : Perwujudan individu yang diperoleh melalui kepuasan dalam berhubungan dengan orang lain (Aktualisasi). Perilaku yang sesuai dengan tujuan, perawatan diri yang kompeten sedangkan penyesesuaian diperlukan untuk mempertahankan stabilitas dan integritas struktural. (Pender (1982))Sehat : Fungsi efektif dari sumber-sumber perawatan diri (self care Resouces)yang menjamin tindakan untuk perawatan diri ( self care Aktions) secara adekual.Self care Resoureces : mencangkup pengetahuan, keterampilan dan sikap. Self care Aktions : Perilaku yang sesuai dengan tujuan diperlukan untuk memperoleh, mempertahan kan dan menigkatkan fungsi psicososial da piritual.(Paune (1983) Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosialdan ekonomi (UU No.23,1992).


CIRI-CIRI SEHAT 
Kesehatan fisik terwujud apabila sesorang tidak merasa dan mengeluh sakit atau tidak adanya keluhan dan memang secara objektif tidak tampak sakit. Semua organ tubuh berfungsi normal atau tidak mengalami gangguan.Kesehatan mental (jiwa) mencakup 3 komponen, yakni pikiran,emosional, dan spiritual.1.Pikiran sehat tercermin dari cara berpikir atau jalan pikiran.2.Emosional sehat tercermin dari kemampuan seseorang untuk mengekspresikan emosinya, misalnya takut, gembira, kuatir, sedih dan sebagainya.3.Spiritual sehat tercermin dari cara seseorang dalam mengekspresikan rasasyukur, pujian, kepercayaan dan sebagainya terhadap sesuatu di luar alam fanaini, yakni Tuhan Yang Maha Kuasa. Misalnya sehat spiritual dapat dilihat dari praktik keagamaan seseorang.4.Kesehatan sosial terwujud apabila seseorang mampu berhubungan dengan orang lain atau kelompok lain secara baik, tanpa membedakan ras, suku,agama atau kepercayan, status sosial, ekonomi, politik, dan sebagainya, serta saling toleran dan menghargai.5.Kesehatan dari aspek ekonomi terlihat bila seseorang (dewasa) produktif,dalam arti mempunyai kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang dapat menyokong terhadap hidupnya sendiri atau keluarganya secara finansial. Bagimereka yang belum dewasa (siswa atau mahasiswa) dan usia lanjut (pensiunan), dengan sendirinya batasan ini tidak berlaku. Oleh sebab itu, bagikelompok tersebut, yang berlaku adalah produktif secara sosial, yakni mempunyai kegiatan yang berguna bagi kehidupan mereka nanti, misalnya berprestasi bagi siswa atau mahasiswa, dan kegiatan sosial, keagamaan, atau pelayanan kemasyarakatan lainnya bagi usia lanjut. Aspek-aspek pendukung kesehatanBanyak orang berpikir bahwa sehat adalah tidak sakit, maksudnya apabila tidak ada gejala penyakit yang terasa berarti tubuh kita sehat. Padahal pendapat itu kurang tepat. Ada kalanya penyakit baru terasa setelah cukup parah, seperti kanker yg baru diketahui setelah stadium 4. Apakah berarti sebelumnya penyakit kanker itu tidak ada? Tentu saja ada, tetapi tidak terasa. Berarti tidak adanya gejala penyakit bukan berarti sehat.Sesungguhnya sehat adalah suatu kondisi keseimbangan, di mana seluruh sistem organ di tubuh kita bekerja dengan selaras. 

Faktor-faktor yang mempengaruhi keselarasan tersebut berlangsung seterusnya adalah:1.Nutrisi yang lengkap dan seimbang2.Istirahat yang cukup3.Olah Raga yang teratur4.Kondisi mental, sosial dan rohani yang seimbang5.Lingkungan yang bersih

Apabila salah satu saja dari kelima faktor ini tidak tercukupi, akan membuat keseimbangan kinerja organ tubuh terganggu. Sesungguhnya tubuh memiliki mekanisme otomatis untuk mengembalikan keseimbangan kesehatannya , akan tetapi apabila hal ini berlangsung terus-menerus atau kekurangan tersebut dalam jumlah yg cukup besar, maka tubuh tidak mampu mengembalikan keseimbangan, dan hal inilah yg kita sebut sakit.Istimewanya tubuh manusia, walaupun dalam kondisi sakit tubuh tersebut tetap dapat memulihkan dirinya sendiri. Untuk itu perlu dibantu dengan memberikan nutrisi dalam jumlah yang memadai secara lengkap ditambah dengan istirahat yang cukup. Dalam keadaan ini obat bukanlah faktor utama pemulihan, karena ada sebagian orang yg dapat pulih dari sakit tanpa bantuan obat, seperti misalnya penderita flu dan pilek. Obat dapat digunakan untuk membantu mengurangi gejala, tetapi penggunaannya tidak boleh berlebihan dan harus sesuai dengan petunjuk dokter.Sejarah perkembangan kesehatan mental pertama kali itu pada jaman nenek moyang yang mengalami gangguan mental seperti halnya homo sapiens sendiri . Mereka mengalami kecelakaan dan demam yang merusak mental . Jadilah manusia yang dengan rasa putus asa selalu berusaha buat menjelaskan tentang penyakit mental . Dengan kesehatan mental ini kita dapat bandingkan dengan mata uang yang mempunyai dua sisi yang di sisi satunya sakit dan yang di sisi satunya lagi baik . Di sisi ini dapat dilihat kemungkinan di kedua sisi itu kira kira 50:50 .
Perlu diketahui disini sejarah tercatat melaporkan berbagai macam interpretasi mengenai penyakit mental dan cara menghilangkannya. Hal ini disebabkan oleh dua alasan , yaitu (1) Sifat dari masalah yang disebabkan oleh tingkah laku abnormal membuatnya menjadi merasa ketakutan. (2) Perkembangan semua ilmu pengetahuan begitu lambat , dan banyak kemajuan yang sangat penting. Pada masa awal awal orang yang sakit mental dapat dipahami secara seluruh sering diperlakukan dengan kurang baik. Di jaman prasejarah pun manusia purba sering kali mengalami gangguan mental baik fisik maupun gangguan gangguan yang baik. Di jaman prasejarah ini juga terdapat perawatan-perawatan untuk penyakit gangguan mental yaitu : menggosok,menjilat,mengisap dan memotong.

Sejarah kesehatan mental tidaklah sejelas sejarah ilmu kedokteran. Ini terutama karna masalah mental bukan merupakan masalah fisik yang dengan mudah dapat diamati dan terlihat. Hal ini lebih karna mereka sehari-hari hiduo bersama sehingga tingkah laku yang mengindikasikan gangguan mental dianggap hal yang biasa bukan lagi sebagai gangguan.
Gangguan mental Tidak Dianggap Sebagai SakitPada tahun 1600 dan sebelumnya , orang yang mengalami gangguan mental dengan cara memanggil kekuatan supranatural dan menjalani ritual penebusan dan penyucian. Pandangan terhadap masyarakat ini menganggap bahwa orang yang mengalami gangguan mental adalah karna mereka dimasuki oleh roh-roh yang ada disekitarnya.

Sejarah kesehatan mental merupakan cerminan dimana pandangan masyarakat terhadap gangguan mental dan perlakuan yang diberikan. Ada beberapa pandangan masyarakat terhadap gangguan mental di dunia Barat antara lain :- Akibat kekuatan supranatural- Dirasuk oleh roh atau setan- Dianggap kriminal karna memiliki derajad kebinatangan yang lebih besar- Dianggap sakit
Tahun 1692 mendapatkan suatu pengaruh para imigran dari Eropa yang beragama Nasrani, di Amerika orang yang bergangguan mental saat itu sering dianggap terkena shir atau guna-guna. Ini merupakan penjelasan yang diterima secara umum sehingga masyarakat takut dan membenci mereka yang dianggap memiliki kekuatan sihir.

Gangguan Mental Dianggap Sebagai SakitTahun 1724 pendeta Cotton Mather (1663-1728) mematahkan takhayul yang hidup di masyarakat berkaitan dengan sakit jiwa dengan memajukan penjelasan secara fisik mengenai sakit jiwa itu sendiri.
Tahun 1812 , Benjamin Rush (1745-1813) menjadi salah satu yang menangani masalah penanganan secara mental. Antara tahun 1830-1860 di Inggris timbul menangani pasien sakit jiwa. Pada masa ini tumbuh penanganan dirumah sakit jiwa merupakan hal ilmiah untuk menyembuhkan kegilaan.  


Melawan Diskriminasi Terhadap Gangguan MentalDunia medis memberikan pandangan tersendiri terhadap pemahaman mengenai gangguan mental. Dunia medis memandang penderita gangguan mental sebagai betul mengalami sakit. Dunia medis melihat sakit mental sebagai berakar dari sakit ketubuhan terutama otak.
Ilmu perilaku yang semakin berkembang juga memberikan pemahaman tersendiri mengenai gangguan mental. Berdasarkan pandangan ini penderita gangguan mental dimaknai sebagai ketidakmampuan mereka untuk melakukan penyesuaian diri yang sesuai dengan realitanya. 

TEORI KEPRIBADIAN SEHAT


Aliran psikoanalisa Psikoanalisa adalah cabang ilmu yang dikembangkan oleh Sigmund Freud dan para pengikutnya, sebagai studi fungsi dan perilaku psikologis manusia.  Freud pada awalnya memang mengembangkan teorinya tengtang struktur kepribadian dan sebab-sebab gangguan jiwa dan dengan konsep teorinya yaitu perilaku dan pikiran dengan mengatakan bahwa kebanyakan apa yang kita lakukan dan pikirkan hasil dari keinginan atau dorongan yang mencari pemunculan dalam perilaku dan pikiran. Menurut teori psikoanalisa, inti dari keinginan dorongan ini adalah bahwa mereka bersembunyi dari kesadaran individual. Dan apabila dorongan – dorongan ini tidak dapat disalurkan, dapat menyebabkan gangguan kepribadian dan juga mengganggu kesehatan mental yang disebut psikoneurosis. Dengan kata lain, mereka tidak disadari. Ini adalah ekspresi dari dorongan tidak sadar yang muncul dalam perilaku dan pikiran. Istilah “motivasi yang tidak disadari” / (unconscious motivation) menguraikan ide kunci dari psikoanalisa.Dalam teori psikoanalisa nya freud menjelaskan tentang struktur kepribadian individu, struktur kepribadian tersusuan atas 3 sistem pokok, yakni :

Id Id merupakan sistem kepribadian yang asli, dimana id sebagai rahim tempat berkembangan ego dan superego. Id berisikan segala sesuatu yang secara psikologis ada sejak lahir dan merupakan reservoir energi psikis. Id berhubungan erat dengan proses-proses jasmaniah darimana id mendapatkan energinya. Id memiliki 2 proses yaitu proses primer dan tindakan refleksi. Id terdiri dari dorongan-dorangan biologis seperti makan, sex dan agresifitas.

Ego
Ego timbul karena kebutuhan–kebutuhan organisme memerlukan transaksi-transaksi yang sesuai dengan dunia kenyataan objektif. Perbedaan pokok antara id dan ego adalah id hanya mengenal kenyataan subjektif-jiwa sedangkan ego membedakan antara hal -hal yang terdapat dalam batin dan hal-hal yang terdapat dalam dunia luar. Ego disebut juga sebagai eksekutif kepribadian karena ego mengontrol pintu-pintu arah tindakan, memilih segi lingkungan kemana ia akan membri respon dan memutuskan insting mana yang akan dipuaskan.

Superego
Superego adalah perwujudan internal dari nilai–nilai dan cita-cita tradisional masyarakat. Superego juga mencerminkan yang ideal, bukan yang real, memperjuangkan kesempurnaan dan bukan kenikmatan. superego disebut juga sebagai wasit tingkah laku.

Freud mengumpamakan pikiran manusia sebagai fenomena gunung es. Bagian kecil yang tampak diatas permukaan air menggambarkan pengalaman sadar, bagian yang jauh lebih besar di bawah permukaan air yang menggambarkan ketidaksadaran aeperti impuls, ingatan. Nafsu dan hal lain yang mempengaruhi pikiran dan perilaku.


Meskipun masing-masing bagian dari kepribadian total ini mempunyai fungsi, sifat, komponen, prinsip kerja, dinamisme dan mekanismenya sendiri. Namun mereka berinteraksi begitu erat satu sama lain sehingga sulit (tidak mungkin) untuk memisah-misahkan pengaruhnya dan menilai sumbangan relatifnya terhadap tingkah laku manusia. Tingkah laku hampir selalu merupakan produk dari interaksi diantara ketiga sistem tersebut,jarang salah satu sistem berjalan terlepas dari kedua sistem lainnya.
Kepribadian yang sehat menurut psikoanalisis :
1. Menurut freud kepribadian yang sehat yaitu jika individu bergerak menurut pola             perkembangan yang ilmiah.
2. Kemampuan dalam mengatasi tekanan dan kecemasan, dengan belajar 
3. Mental yang sehat ialah seimbangnya fungsi dari superego terhadap id dan ego
4. Tidak mengalami gangguan dan penyimpangan pada mentalnya
5. Dapat menyesuaikan keadaan ddengan berbagai dorongan dan keinginanDalam aliran 

Psikoanalisa ini bisa dibilang manusia adalah korban tekanan biologis dan konflik masa kanak-kanak. Aliran ini melihat dari sisi negative individu, alam bawah sadar (id,ego,superego, mimpi dan masa lalu). Pandangan kaum psikoanalisa, hanya memberi kepada kita sisi yang sakit atau kurang, ‘sisi yang pincang’ dari kodrat manusia, karna hanya berpusat pada tingkah laku yang neuritis dan psikotis.Sigmund freud dan orang-orang yang mengikuti ajarannya mempelajari kepribadian yang terganggu secara emosional, bukan kebribadian yang sehat; atau kebribadian yang paling buruk dari kodrat manusia, bukan yang paling baik.

Aliran behavioristikBehaviorisme juga disebut psikologi S – R (stimulus dan respon). Behaviorisme menolak bahwa pikiran merupakan subjek psikologi dan bersikeras bahwa psokologi memiliki batas pada studi tentang perilaku dari kegiatan-kegiatan manusia dan binatang yang dapat diamati. Teori Behaviorisme sendiri pertama kali diperkenalkan oleh John B. Watson (1879-1958).Aliran behaviorisme memperlakukan manusia sebagai mesin, yaitu di dalam suatu system kompleks yang bertigkah laku menurut cara-cara yang sesuai dengan hukum. Dalam pandangan kaum behavioris, individu digambarkan sebagai suatu organisme yang bersifat baik, teratur, dan ditentukan sebelumnya, dengan banyak spontanitas, kegembiraan hidup, berkreativitas, seperti alat pengatur panas.

Aliran behaviorisme mempunyai 3 ciri penting:
1. Menekankan pada respon-respon yang dikondisikan sebagai elemen dari perilaku
2. Menekankan pada perilaku yang dipelajari dari pada perilaku yang tidak dipelajari. 
    Behaviorisme menolak kecenderungan pada perilaku yang bersifat bawaan.
3. Memfokuskan pada perilaku binatang.

Menurutnya, tidak ada perbedaan alami antara perilaku manusia dan perilaku binatang. Kita dapat belajar banyak tentang perilaku kita sendiri dari studi tentang apa yang dilakukan binatang. Menurut penganut aliran ini perilaku selalu dimulai dengan adanya rangsangan yaitu berupa stimulus dan diikuti oleh suatu reaksi beupa respons terhadap rangsangan itu. Jadi menurut Behaviorisme manusia dianggap memberikan respons secara pasif terhadap stimulus-stimulus dari luar. Kepribadian manusia sebagai suatu sistem yang bertingkah laku menurut cara yang sesuai peraturannya dan menganggap manusia tidak memiliki sikap diri sendiri.

Kepribadian yang sehat menurut behavioristik :
Memberikan respon terhadap faktor dari luar seperti orang lain dan lingkungannya    Bersifat sistematis dan bertindak dengan dipengaruhi oleh pengalamanSangat dipengaruhi oleh faktor eksternal, karena manusia tidak memiliki sikap dengan bawaan sendiriMenekankan pada tingkah laku yang dapat diamati dan menggunakan metode yang obyektif.

Aliran HumanistikAliran ini berkembang pada tahun 1950. Humanistik merasa tidak puas dengan behaviori maupun dengan aliran psikoanalisis. Aliran humanistik ini mengarahkan perhatiannya pada humanisasi yang menekankan keunikan manusia. Psikologi Humanistik manusia adalah makhluk kreatif,yang di kendalikan oleh nilai-nilai dan pada pilihan-pilihan sendiri bukan pada kekuatan-kekuatan ketidaksadaran.Aliran humanistik memberi tekanan pada kualitas-kualitas yang membedakan menusia dengan binatang, yaitu kebebasan untuk memilih (freedom for choice) dan kemampuan untuk mengarahkan pekembangannya sendiri (self-direction). Banyak ahli menyebut teori tersebut sebagai “self-theorities” karena teori-teori tersebut membahas pengalaman-pengalaman batin, pribadi, yang berpengaruh terhadap proses pendewasaan diri seseorang, dan pertumbuhan itu diarahkan pada aktualisasi diri.

Prinsip- prinsip belajar humanistik:
1. Manusia mempunyai belajar alami
2. Belajar signifikan terjadi apabila materi plajaran dirasakan murid mempuyai relevansi dengan maksud tertentu
3. Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya
4. Tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasarkan bila ancaman itu kecil
5. Bila bancaman itu rendah terdapat pangalaman siswa dalam memperoleh cara
6. Belajar yang bermakna diperolaeh jika siswa melakukannya
7. Belajar lancer jika siswa dilibatkan dalam proses belajar
8. Belajar yang melibatkan siswa seutuhnya dapat memberi hasil yang mendalam
9. Kepercayaan pada diri pada siswa ditumbuhkan dengan membiasakan untuk mawas diri
10.Belajar sosial adalah belajar mengenai proses belajar

Kepribadian yang sehat menurut humanistik, perilaku yang mengarah pada aktualisasi diri :

a. Menjalani hidup seperti seorang anak, dengan penyerapan dan konsentrasi sepenuhnya.
b. Mencoba hal-hal baru ketimbang bertahan pada cara-cara yang aman dan tidak berbahaya.
c. Lebih memperhatikan perasaan diri dalam mengevaluasi pengalaman ketimbang suara tradisi, otoritas, atau mayoritas.
d. Jujur ; menghindari kepura-puraan dalam “bersandiwara”.
e. Siap menjadi orang yang tidak popular bila mempunyai pandangan sebagian besar orang.
f.  Memikul tanggung jawab.
g. Bekerja keras untuk apa saja yang ingin dilakukan.
h.Mencoba mengidentifikasi pertahanan diri dan memiliki keberanian untuk menghentikannya.

DAFTAR PUSTAKA : 
Yustinus Semiun. OFM. 2006. Kesehatan Mental. Yogyakarta : Kanisius 
Siswanto. S. Psi. Msi. 2007. Kesehatan Mental,Konsep,Cakupan dan Perkembangan. Yogyakarta : Andi.
Sumber Web : http://salmanakhmad.blogspot.com/2012/03/sejarah-perkembangan-kesehatan-mental.html
http://psyche2nest.wordpress.com/2012/04/26/teori-kepribadian-sehat/
http://mlymutz.blogspot.com/2009/10/kesehatan-mental-teori-kepribadian.html
http://moethya26.wordpress.com/2011/03/17/konsep-sehat-kepribadian-sehat-psikoanalisa-dan-behavioristik/
Rochman, Kholil. 2010. Kesehatan Mental. Yogyakarta : Fajar Media Press

Rabu, 22 Januari 2014

Publikasi Online ,publikasi dan hal-hal yang dapat menjadi perhatian dalam publikasi internet.

TIARA IRANASARI 
2PA08
17512371

Pengertian Publikasi

Menurut wikipedia publikasi adalah membuat konten yang diperuntukkan bagi publik atau umum. sementara penggunaan yang lebih spesifik dapat bervariasi di masing-masing negara, biasanya diterapkan untuk teks, gambar atau konten audio visual lainnya di media apapun, termasuk kertas (surat kabar, majalah, katalog dan lalin-lain) atau bentuk penerbitan elektronik seperti situs, buku elektronik, CD, dan MP3. Kata publikasi berarti tindakan penerbitan, dan juga mengacu pada setiap salinan.

Definisi publikasi menurut hukum dan hak cipta adalah sebuah istilah teknis dalam konteks hukum dan utama dalam hukum hak cipta. Seorang penulis umum nya adalah pemilik awal dan suatu hak cipta bagi pekerjaan nya. Suatu hak cipta diberikan bagi penulis atas karyanya, dimana hal itu merupakan hak eksklusif yang diberikan untuk mempublikasikan hasil karyanya.


Publikasi online saat ini sangat menjadi trend bagi kegiatan kita sehari-hari. Ucapan selamat ulang tahun, perayaan, hari bersejarah dan lain-lain. Pada pelajaran kali ini kita akan membuat bagaimana cara melakukan publikasi secara online dengan mudah.
Mempublikasi sesuatu tidaklah hanya berbentuk gambar, suara, tapi bias berbentukvideo visual seperti sekarang-sekarang, yaitu lewat Media Youtube. Banyak sekali dampak dari mempublikasi suatu hal di internet, bisa itu hal positif mau pun negatif. Positifnya adalah bahwa kita telah mempublikasikan suatu hal, entah itu barang maupun tulisan yang pastinya akan membuat orang lain terbantu. Maka dari itu publikasi  online sangat berguna untuk kita dijaman modern dan serba cepat ini.
adapun cara melakukan publikasi dengan mudah (ETIKA) : 
          Ø  perhatikan huruf kapital
          Ø  bijak dalam mencopy paste sebuah situs
          Ø  kutiplah sepentingnya
          Ø  jujur dalam mencantukan penulis
          Ø  dan menggunakan tuturbahasa yang sopan
          Ø  sumber dariinformasi yang kita sampaikan

Beberapa alasan mengenai pentingnya etika dalam dunia maya adalah sebagai berikut :
a)      Bahwa pengguna internet berasal dari berbagai negara yang mungkin memiliki budaya, bahasa dan adat istiadat yang berbeda-beda.
b)      Pengguna internet merupakan orang-orang yang hidup dalam dunia anonymouse, yang tidak mengharuskan pernyataan identitas asli dalam berinteraksi.
c)      Berbagai macam fasilitas yang diberikan dalam internet memungkinkan seseorang untuk bertindak etis seperti misalnya ada juga penghuni yang suka iseng dengan melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan.
d)     Harus diperhatikan bahwa pengguna internet akan selalu bertambah setiap saat dan memungkinkan masuknya “penghuni” baru didunia maya tersebut.
     Tidak hanya di dalam dunia nyata, di dunia maya pun memiliki aturan-aturan yang tidak boleh di langgar oleh penggunanya, yaitu Undang-undang Berintenet atau yang di kenal diIndonesia adalah Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), sedangkan jika di dunia Internasional di kenal dengan nama Netiqutte.

FENOMENA PLAGIAT YANG TERDAPAT DLM INTERNET SERTA ISU GLOBAL.

Fenomena-Fenomena Plagiat

Plagiat atau plagiarism internet adalah penciplakan atau penggunaan semua karya yang di dapati melalui halaman di internet, menjadikan ide orang lain sebagai hak sendiri tanpa sebarang kredit diberikan kepada penulis asal dan karya asal. Kata ‘plagiat’ itu sendiri berasal dari perkataan bahasa inggris yakni ‘plagiarism’yang terhasil dari pada perkataan latin, ‘plagiarius’, dan perkataan Greek ‘plagion’. Kata ‘plagion’ ini membawa maksud menculik atau mencuri sesuatu atau seseorang. Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, plagiat adalah tidakan mengambil atau pemgambilan karangan orang lain dan disiarkan sebagai karangan sendiri. Di dunia sastra istilah plagiat sudah lama dikenal dan merupakan suatu pelanggaran.
Di dunia maya plagiat sudah sering terjadi, mengapa demikian?hal ini disebabkan karena di dunia maya adalah dunia yang bebas. Maksudnya orang bisa mengakses apa aja saja yang ada di dunia maya. Hal seperti ini banyak disebut juga copy paste dalam dunia maya. Tindakan meng copy-paste ini sudah menjadi hal yang biasa di dunia maya. Hal inilah yang membuat plagiat menjadi satu bagian dari cybercrime. Plagiat di Internet. Terlalu banyak aktivitas plagiat yang boleh dilakukan menerusi Internet. Antara aktivitas plagiat ini kebiasaanya melibatkan teks, perisian komputer, animasi – tidak kira dalam bentuk video, audio, grafik dan sebagainya. Terdapat juga aktivitas plagiat di mana teks daripada artikel, buku, blog, wikipedia dan jurnal ditiru. Beribu-ribu hasil carian seperti artikel, data dan gambar boleh didapati dengan hanya menaip kata kunci dan melakukan satu carian yang mudah. Hasil carian diperoleh dalam masa beberapa saat sahaja. Hasil carian kemudiannya boleh di salin tampel (copy-paste), di muat turun ke dalam komputer sendiri malahan ada yang sanggup bertindak lebih jauh lagi atau dengan membayar bagi mendapatkan salinan karya tersebut. Plagiat merupakan suatu tindakan yang melanggar hak cipta, seperti yang telah dipaparkan dalam undang-undang no 19 tahun 2002.



Rabu, 15 Januari 2014

Dampak sosial dari internet dan internet dilihat dari bidang psikologi

Nama : Tiara Iranasari 
kelas : 2pao8
npm : 17512371
 
Laman dan jejaring sosial kini telah menjadi trend, namun demikian jaringan ini juga membuat orang ketagihan. Ketagihan pada laman sosial pun memiliki beragam dampak bagi jiwa pengguna, di antaranya stres, pemalu, menyendiri, kecenderungan untuk menjauhi lingkungan sosial dan berkurangnya rasa percaya diri.

Dewasa ini internet telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia. Hampir sepertiga penduduk dunia tercatat sebagai pengguna jasa internet. Dalam beberapa tahun terakhir laman sosial sebagai generasi kedua web yang bergabung ke dunia maya untuk tujuan komunikasi, iklan dan komersial. Di laman ini, pengguna bukan sekedar pembaca artikel atau tulisan, namun mereka juga bagian dari produsen isi dan penyampai informasi. Sementara di generasi pertama web, seperti media lainnya termasuk surat kabar, buku, televisi dan radio tidak ada fasilitas interaksi timbal balik dengan audiens.

Meningkatnya data pengunjung ke laman sosial menunjukkan daya tarik besar dan beragam jejaring ini bagi pengguna internet. Kini jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter tercatat sebagai laman paling banyak penggunanya. Laman sosial mengumpulkan manusia dari berbagai belahan dunia dengan melepas sekat-sekat geografi, akidah, ideologi, mazhab, agama, sosial, politik dan budaya. Laman ini menjadi wadah untuk menyamakan akidah dan visi pengguna. Pengguna dari berbagai usia, jenjang pendidikan, budaya, gender, etnis dan bahasa dengan kecenderungan dan alasan beragam menyebarkan berbagai informasi di laman sosial ini.

Laman sosial pun telah menggoncang dunia media massa. Jejaring sosial telah menurunkan minat orang untuk membaca media cetak atau tradisional, karena gaya hidup modern khususnya perkotaan di abad ke 21 memaksa manusia untuk membaca informasi cepat dan setiap saat. Di kondisi seperti ini, berita yang dicetak di koran mingguan atau bahkan harian sudah tidak aktual lagi, karena sebelum berita tersebut dimuat, ribuan orang telah mengetahuinya.

Selain itu, jejaring sosial juga memiliki  peran dalam berbagai krisis termasuk krisis sosial dan bencana alam. Dalam berbagai kasus, laman sosial lebih handal kinerjanya bila di banding dengan media tradisional. Contohnya, dalam kasus bencana alam seperti banjir atau gempa bumi, komunitas laman sosial lebih cepat dalam membagi informasi mulai dari berita, gambar dan video. Tak hanya itu, mereka juga cukup berpengaruh dalam memobilisasi bantuan dengan memberi instruksi mekanisme penyaluran bantuan, kebutuhan apa saja yang dibutuhkan korban dan berbagai hal lainnya.

Laman sosial juga berhasil mengubah gaya hidup seseorang. Meski perubahan ini beragam dan naik turun mengingat geografi, budaya dan kondisi kehidupan masyarakat, namun hal ini tidak dapat dihindari. Jejaring ini juga dapat berpengaruh pada perilaku individu masyarakat, gaya pakaian dan interaksi dengan sesamanya. Kemampuan menciptakan gelombang, agitasi dan pemanfaatan dengan apik berbagai simbol serta nilai-nilai menunjukkan kekuatan pengaruh laman ini baik di budaya maupun sosial. Bahkan besarnya pengaruh tersebut dapat menimbulkan kontradiksi dengan budaya pribumi. Jejaring sosial dengan perannya yang mampu membentuk dan menguasai identitas sosial tersendiri mengindikasikan kekuatan jaringan ini di luar dari kecenderungan nasional sebuah negara.

Di sisi lain, maraknya perdagangan elektronik dan kerja online kian menunjukkan sisi ekonomis jejaring sosial. Perusahaan, lembaga, dan pemilik perusahaan kecil pun mampu melakukan transaksi luas dan tak terbatas melalui jejaring sosial. Selain itu, dari sisi ekonomi, pengguna jejaring sosial juga dapat dikategorikan sebagai konsumen. Data terkait perilaku pengguna jejaring sosial dan kecenderungan mereka merupakan informasi penting bagi perusahaan, lembaga dan pemerintah dalam menarik simpati konsumen. Oleh karena itu, informasi besar pengguna jaringan ini dan peletakan jasa serta produk terhadap mereka memiliki urgensitas tersendiri bagi para produsen.

Pemilik dan arsitek jejaring sosial ini dalam beberapa tahun terakhir sengaja menjadikan jaringan tersebut untuk menebar sentimen anti pemerintah yang mereka musuhi. Meletusnya transformasi dan peristiwa politik di Timur Tengah dan Afrika dapat menjadi bukti dari asumsi ini. Hal ini juga menggelitik pemerintah Barat untuk memanfaatkan laman sosial guna menguasai pikiran warga masyarakat lain.

Dengan demikian jejaring sosial telah berubah menjadi salah satu elemen perang lunak yang sangat efektif. Mobilisasi aksi demo, mengobarkan aksi kerusuhan, mengarahkan anasir anti pemerintah dan menebar informasi benar atau palsu termasuk kasus yang marak di laman sosial dan berhasil menurunkan anggaran Barat untuk melemahkan negara yang anti mereka.

Masih banyak lagi program yang ditempuh Barat khususnya Amerika Serikat di jejaring sosial seperti mengontrol dan menyalahgunakan informasi yang dipasang oleh seseorang dari negara tertentu guna merusak keamanan nasional negara itu sendiri dan menyatukan warga tersebut. Anggaran yang dikeluarkan oleh Barat dalam masalah ini sangat murah bila dibanding dengan mendidik seorang agen dan mengirimnya ke negara tertentu untuk menjadi mata-mata. Agen ini tidak seperti jejaring sosial, karena ia tidak mampu memberi data yang besar dan luas atau memberi informasi yang aktual dan cepat seperti jejaring sosial.

Bahaya paling nyata dari politisasi dunia jejaring sosial adalah munculnya kebodohan massal. Jejaring ini dengan mudah menyelewengkan pandangan warga di sebuah masyarakat dari jalan semestinya. Jejaring ini juga aktif meneror individu dan kelompok melalui ancaman, proyeksi dan penipuan publik. Tak hanya itu, jejaring sosial ini berhasil mengubah bentuk pilihan seseorang dari rasional ke arah emosional.

Selain memiliki dampak positif jejaring sosial yang mampu memperpendek jarak dan meningkatkan laju informasi, namun laman ini juga memiliki dampak negatif seperti interkasi fisik manusia dengan sesamanya semakin jarang. Pengguna laman sosial semakin jarang mengunjungi sahabat atau familinya. Sebaliknya mereka lebih sering berhubungan secara online, mengirim komentar atau pesan. Bahkan parahnya lagi, pengguna laman sosial terkadang lebih jarang berbicara dan bercengkerama secara langsung dengan keluarganya.

Situs Atlantic di sebuah laporannya menulis "Apakah facebook telah membuat saya terkucil?" menjelaskan, mereka yang lebih disibukkan membaca email atau cenderung menyendiri lebih besar terancam mengalami stres atau mengucilkan diri. Mereka yang kecanduan jejaring sosial sama seperti mereka yang kecanduan internet, tidak memiliki kesabaran dan di dalam kehidupan riil bersikap tergesa-gesa serta tidak memiliki semangat. Orang seperti ini biasanya lebih sibuk membangun opini dan keyakinannya sendiri serta jarang bersedia mendengarkan pandangan orang lain. Kondisi ini akan menyuburkan tumbuhnya egoisme.

Laman sosial juga andil dalam meningkatkan perkawinan tanpa kesadaran penuh setelah berkenalan melalui internet, perceraian, keruntuhan tantanan keluarga, balig dini dan gangguan fisik  di berbagai negara dunia termasuk Amerika Serikat dan Inggris. Para ilmuwan dan pakar di Universitas Chicago meyakini bahwa seluruh hubungan emosional di jejaring sosial sepenuhnya palsu. Pada akhirnya secara bertahap hubungan dan emosional seseorang akan semakin dingin. Pengguna laman ini menganggap dirinya berhubungan dengan sebuah masyarakat yang terdiri dari jutaan orang, padahal pada kenyataannya ia hanya duduk sendirian di depan komputer.

Sherry Turkle, sosiolog dari pusat riset Massachusetts Amerika Serikat (M.I.T) menyatakan, facebook merusak kepribadian seseorang karena ia sendiri merupakan undangan untuk membenarkan kepribadian seseorang yang mungkin saja gagal. Selain itu, psikolog meyakini mereka yang setiap harinya mengakses jejaring sosial khususnya sebelum tidur akan mengalami kesulitan dan gangguan tidur. Jejaring sosial tidak ada liburnya dan terus online selama 24 jam. Hal ini membuat pengguna sedikit tidur di waktu malam dan lebih banyak beraktifitas di laman sosial ini ketimbang di waktu siang.

Internet dilihat dari bidang Psikologis 

Kalau menurut saya pengaruh internet di bidang pendidikan dari sisi psikologi adalah cukup bagus.Yang saya lihat adalah kita dapat mengetahui semua tentang pelajaran yang belum kita ketahui (karna keterbatasan dalam suatu hal) dan juga dapat mengusasai pelajaran dengan lebih baik.Disini kita bisa mengetahui bahwa siapapun dapat mengakses internet.maupun itu dari anak kecil sampai yang sudah cukup umur.semuanya dapat mengakses.jadi dengan adanya internet seseorang dapat mengetahui sesuatu dengan efektif. dan internet pun bisa membuat manusia mempunyai wawasan yang lebih luas lagi,serta pengetahuan yang lebih mendalam.


Selasa, 19 November 2013

psikologi dan teknologi internet

Tiara Iranasari
2PA08.
17512371

Fenomena ketertarikan inter personal melalui internet .
Interpersonal adalah komunikasi antar individu yang dilakukan kepada pihak lain untuk mendapatkan timbal balik yang saling menguntungkan antar pihak baik secara langsung maupun melalui media,seperti jual beli antar pihak yg saling membutuhkn satu sama lain. Adapula hubungan ketertarikan interpersonal karena adanya kesamaan antara pihak ,ataupun ketertarikan saling suka baik secara fisik ataupun kesukaan/hobi bersifat personal.
Komunikasi interpersonal melalui media internet sekarang semakin banyak seperti : twitter,facebook,chatting whatsapp,line,skype,dll.

Hambatan atau keterbatasan saat melakukan interpersonal online reaction yaitu
Ada pula hubungan yang harus hancur karena beberapa hal seperti identitas palsu, misalnya identitas palsu pada akunfacebook seseorang yang sudah menikah. Ia memasang status di facebooknyasebagai seorang yang single atau belum menikah. Ini dapat menghancurkan keharmonisan keluarga jika sang istri atau suami melakukannya. Hal kedua yang dapat menghancurkan hubungan yaitu kurangnya komitmen antar satu sama lain, tiap hubungan pasti harus ada komitmen yaitu persetujuan satu sama lain yang saling mengikat. Dalam hubungan di internet, seseorang yang sudah berkomitmen untuk terus menghubunginya secara berkala bisa saja meghilang begitu saja tanpa ada kabar. Misalnya saja yang sudah banyak terjadfi belakangan ini yaitu penipuan online shop. Biasanya pelaku komitmen kabur setelah korban mentransfer sejumlah uang untuk membayar barang yang dipesan. Atau bisa juga sepasang kekasih yang sudah berkomitmen untuk saling kontak pada waktu tertentu, tapi ternyata salah satu tiba-tiba menghilang tanpa memberi kabar apapun, sehingga dapat membuat yang satunya lagi berpikiran negatif dan timbullah keretakan keakraban. Yang terakhir menurut saya, norma dan etika juga berperan penting dalam interpersonal online reaction. Jika tidak ada atau kurangnya norma dan etika, dapat membuat perpecahan kedua belah pihak, entah itu kelompok (seperti kelompok agama, ras, suku, partai, dll) maupun perorangan. Misalnya saja beberapa situs milik kelompok yang menulis kejelekan atau kekurangan-kekurangan kelomok lainnya tanpa etika dan norma (bahasa tidak sopan, dan lain-lain).

Adapun perilaku negatif yang dapat timbul dari interpersonal online relation seperti cyber cheating dan cyber flirting beserta contoh kasusnya :


Cyber Cheating bisa dibilang perselingkuhan. ketika seseorang yang secara nyata memiliki pasangan di dunia nyata, mereka bisa memiliki pasangan juga didunia maya. Misalnya , pria beristri memiliki sebuah akun di jejaring sosial, sedangkan istrinya tidak. Tanpa sepengetahuan istrinya, si suami memasang status 'single' di akun jejaring sosialnya itu. Sehingga secara tidak langsung, pria beristri ini berkesempatan untuk memiliki gadis single lainnya.

4.      Cyber Flirting adalah merayu atau menggoda yang dilakukan dalam dunia maya. Dikategorikan negatif karena terkadang si penggoda tidak menggunakan bahasa yang baik atau bahkan si penggoda ini adalah penyamar pada suatu akun. Maksudnya, karna banyak terjadi penipuan identitas pada dunia maya, bisa jadi si penggoda ini menggunakan akun teman atau bahkan musuhnya untuk menggoda orang lain (bisa dalam jejaring sosial atau game online). Hal itu bisa membuat masalah pada pemilik akun aslinya. Atau jika si penggoda menggunakan akun dirinya sendiri pada jejaring sosial lalu menggoda orang lain yang ternyata telah memiliki pasangan, mungkin dia akan mendapatkan masalah dari pasangan orang yang telah dia goda, tidak menutup kemungkinan si penggoda ini akan di bully atau tindakan yang tidak wajar lainnya.

Senin, 21 Oktober 2013

sebatas Asa

aku tahu di kehidupan ini tidak ada yang selamanya indah,dan tidak ada juga yang selamanya menyebalkan. Namun dibalik yang indah dan menyebalkan terdapat makna tersendiri yang harus diingat, ingatanku untuk saat ini sangatlah sulit untuk dibuang jauh-jauh,mengapa ? karena kesakitan yang kurasakan sekarang sungguh tergores hingga ku tak mampu untuk mengobati luka ini sendiri. yang kuingin hanya ada sosok seseorang yang mengerti bagaimana keadaanku sekarang,dibalik senyuman seorang gadis dibenak hatinya terdapat goresan luka bahkan kesedihan yang kadang berlarut kadang juga sulit untuk dirasakan.
Khayalan tinggi yang kuharap indah tidak sesuai dengan harapan, itu semua hanya sebatas mimpi sesaat.
Pengorbanan yang kulakukan tidak sesuai yang kuharapkan timbal baliknya yang ada hanya rasa penyesalan mengapa dulu kita pernah berkenalan atau bertemu.
Aku sadar lebih baik kurelakan semua yang bukan milikku,tidak ada yang mampu menerjamahkan bagaimana rasanya diposisi ku saat ini :)

Jelaskan tentang fenomena adiksi yang terjadi sebagai dampak interaksi manusia dan internet (Internet Addiction), serta berikan contoh kasus dalam kehidupan sehari-hari mengenai fenomena internet addiction.

Nama : Tiara Iranasari
Kelas : 2PA08
NPM : 17512371

Definisi addiction sebagai aktifitas kompulsif yang tidak terkendali tanpa memperdulikan konsekuensi negatif yang merupakan akibatnya. Dikatakan pula bahwa pengertian addiction digunakan dalam berbagai konteks untuk menggambarkan obsesi, kompulsi, atau ketergantungan psikologis yang berlebihan, seperti : ketergantungan obat-obatan (seperti alkohol, ketergantungan nikotin), problem gambling, kejahatan, uang, kecanduan bekerja, makan yang berlebihan, kecanduan komputer, kecanduan video game kecanduan pornografi,kecanduan televisi, dan lain sebagainya. Karena pengertian adiksi lebih dikenal dalam hal ketergantungan (dependent) pada suatu zat (substance) tertentu (Brown, 1991) berpendapat bahwa adiksi seperti fenomena dapat berlaku juga dalam kaitannya dengan hal yang tidak berhubungan dengan mengkonsumsi suatu zat tertentu, seperti kegiatan-kegiatan tertentu.

CONTOH KASUSNYA :
Virus Pornografi

Perkembangan teknologi informasi yang paling nyata terasa memudahkan proses transfer informasi adalah internet. Jika dahulu kita harus menunggu berhari-hari untuk mengirimkan sebuah pesan melalui jalur pos, saat ini cukup dalam hitungan detik dan hanya dengan sekali klik saja. Internet merupakan terobosan yang luar biasa dalam sejarah hidup manusia. Sebuah kemudahan yang membuat ritme kehidupan menjadi serba cepat. Sebuah inovasi yang merubah kehidupan bukan hanya dari sisi ‘kecepatan’ saja tetapi juga berdampak pada pola interaksi manusia.

Dampak lain dari internet adalah tidak terkontrolnya informasi yang bisa diterima siapa saja. Siapapun yang bisa mengakses internet maka akan memiliki peluang untuk ‘dicemari’ oleh informasi yang tidak seharusnya. Tidak ada yang bisa mengontrol konten apa saja yang diunggah ke internet. Tidak ada pula yang bisa mengontrol siapa yang boleh atau tidak boleh membuka internet. Belum ada komputer yang bisa mengidentifikasi penggunanya berdasarkan usia lalu senantiasa memblok situs-situs dewasa agar ia tidak bisa mengaksesnya. Meskipun orang tua menetapkan aturan, dalam waktu-waktu dimana anak tidak sedang dalam pengawasan, tidak ada yang bisa memastikan apa yang bisa ia dapat dari internet.

Seminar yang mengundang tema yang cukup ‘sexy’ ini diawali dengan penjabaran data mengenai maraknya pornografi di internet. Inilah salah satu bukti ketidakmampuan kita mengontrol konten yang ada di internet. Bahkan pornografi pun bisa menjadi sebuah industri yang berjaya melalui internet. Sebuah fenomena yang sebenarnya haram dan dianggap menjijikkan oleh sebagian besar orang, justru bisa menjadi sangat produktif dan laku melalui internet. Mengapa? Karena internet bisa diakses secara privat. Tidak ada yang melihat dan akhirnya tidak perlu khawatir atau malu ketika siapapun mengakses pornografi darinya.

Dipaparkan oleh ibu Elly Rusman, seorang psikolog anak, mengenai pola kehidupan yang umumnya dialami oleh anak zaman sekarang. Orang tua sama-sama bekerja, rumah yang difasilitasi dengan internet, pulang sekolah tidak ada siapa-siapa selain pembantu, komputer disediakan di kamar, tidak ada yang memantau apa yang mereka lakukan dengan komputer dan internet itu. Bahkan melalui handphone kini siapapun bisa mengakses internet. Perangkat yang sifatnya personal itupun tidak bisa dipantau 24 jam apa saja yang keluar masuk darinya. Dengan kata lain, anak-anak memiliki peluang yang sangat luas untuk mengakses dunia maya yang sarat dengan informasi yang tidak terkontrol itu.

Inilah asal-muasalnya kecanduan pornografi pada remaja. Secara mengejutkan dipaparkan bahwa hampir 70% remaja di Indonesia sudah pernah mengakses pornografi baik melalui internet maupun media lainnya (majalah, DVD). Data yang dikumpulkan dari anak usia 12-17 tahun itu cukup membuat peserta terkaget-kaget. Jadi dapat dikatakan hampir semua anak dari peserta yang hadir sudah pernah mengakses pornografi. Data lain yang cukup mengejutkan adalah bahwa Indonesia merupakan uploader terbesar video porno anak di bawah umur! Bayangkan, di sebuah website yang menjadi pool dari video-video tersebut terpampang ribuan anak SMP, mengenakan seragam, sedang melakukan hubungan seksual. Lokasinya pun bervariasi. Ada yang melakukannya di kamar hotel, di mobil temannya, di tangga sekolah, dan semuanya direkam oleh teman sebayanya. Lalu ada pula anak SMP yang berhubungan seks dengan supir jemputannya, dengan lelaki paruh baya, sesama jenis, bahkan dengan binatang. Sangat mengejutkan memang, tapi itulah kenyataannya. Website ini pun diakses oleh jutaan pengguna di seluruh dunia.

Fenomena lain adalah pornografi yang berkedok website anak-anak. Ada sebuah website, sebagai salah satu contoh, yang merupakan website paling sering diakses oleh anak-anak. Tadinya website ini adalah sebuah website anime Jepang yang bernama Naruto. Isinya gambar-gambar Naruto bertarung melawan musuh-musuhnya. Tapi ada website lain dengan alamat yang mirip yang juga berisikan gambar-gambar Naruto hanya saja bukan sedang melawan musuh, tetapi sedang berhubungan seksual dengan karakter anime lainnya. Website ini memiliki angka akses yang cukup mengagumkan dan bahkan sudah menjadi pembicaraan yang biasa saja di kalangan remaja.

Di samping situs, pornografi juga berjangkit di dunia game online. Internet yang memfasilitasi anak dengan berbagai game online. Mulai dari Counter Strike, game-game lain dengan karakter berbusana sexy, tidak ada yang bisa menjamin anak di bawah umur tidak memainkannya. Lebih parah lagi ada sebuah game online bernama “Rape Play”, dimana dalam game tersebut pemain ditugaskan untuk memperkosa perempuan sebanyak-banyaknya. Pilihan tindakan untuk aborsi atau tidak pun ada dalam game ini. Bisa dibayangkan apa dampaknya bagi anak yang memainkan game tersebut.

Penyebaran virus pornografi ini sudah merebah-ruak di berbagai negara. Di Amerika sendiri, menurut pemaparan Randy Hyde, anak-anak yang menderita adiksi terhadap pornografi cukup banyak dan beberapa di antaranya berakhir dengan bunuh diri. Mengapa? Karena adiksi itu membawa mereka ke sebuah kehampaan dan kehilangan gairah hidup. Mereka tidak bisa mendapat pertolongan karena reaksi orang tua yang umumnya menghakimi atau menghukum mereka padahal sebenarnya mereka memohon pertolongan. Ini juga menjadi isu penting. Proses adiksi menghancurkan jiwa-jiwa remaja dan bagaimana orang tua bersikap juga menjadi bagian dari pembahasan yang hangat dalam sesi seminar ini.

Pikiran dan Pornografi

“Every thought has a consequence”, begitu kata Randy Hyde ketika mengawali penjelasannya soal dampak pornografi. Lalu bagaimana jika “thought” tersebut adalah pornografi? Bagaimana jika thought of pornography itu ada di benak anak-anak atau remaja? What’s the consequence?

“Thought creates feeling and feeling creates action”, begitu lanjut Mr. Hyde. Ketika sesuatu masuk ke dalam pikiran kita, maka secara otomatis emosi kita akan memberikan penilaian terhadap sesuatu tersebut. Misalnya sebuah gambar wanita cantik dihadapkan pada kita dan informasi gambar tersebut masuk ke dalam pikiran. Emosi kita akan menilai apakah gambar itu bagus atau tidak, apakah wanita itu cantik atau tidak, sampai pada akhirnya bisa memunculkan niat untuk menjadi seperti wanita cantik itu. Produk yang muncul adalah perilaku kita yang mempercantik diri atau berdandan mirip dengan foto. Atau setidaknya cukup sampai dengan keinginan untuk mengimitasi gaya wanita itu. Informasi itu hidup dan menggerakkan kita. Lalu bagaimana jika informasi itu adalah pornografi? Pornografi dapat membangkitkan rasa yang luar biasa. Bisa membangkitkan gejolak yang membutakan dan pada akhirnya bisa memunculkan produk berupa perilaku yang dilatarbelakangi oleh gejolak itu.

Adiksi Merusak Otak

Apa itu adiksi? Kecanduan. Lalu bagaimana mekanisme kecanduan itu terjadi di psikis kita? Ada beberapa macam enzim yang dilepaskan oleh otak kita terkait dengan rasa dan kenikmatan. Yang pertama adalah Dopamine. Ketika kita merasakan sesuatu yang menyenangkan dopamine akan dilepaskan. Misalnya, ketika pagi hari kita bangun tidur lalu mandi dan mencium aroma sabun mandi yang enak sekali, maka sejumlah dopamine dilepaskan. Dopamine itulah yang membuat kita merasa nikmat karena aroma tersebut. Lalu kita akan kembali ke situasi normal. Kemudian ketika ke kantor kita bertemu dengan orang-orang yang ramah dan menyenangkan. Sejumlah dopamine akan dilepaskan kembali.

Dalam situasi normal kenaikan dan penurunan dopamine adalah seperti yang terlihat di grafik di atas. Tingkat ini tidak mengganggu. Dopamine akan naik dan turun tanpa mengganggu kesehatan atau kestabilan normal mental seseorang. Namun keadaannya tidak demikian jika seseorang kecanduan akan sesuatu. Sebagai contoh, ketika seseorang kecanduan Heroin, maka dopamine yang dilepaskan oleh otak jumlahnya akan berkali lipat lebih besar dari jumlah normalnya. Dengan demikian, sistem limbik di otak kita akan membentuk sebuah pola baru dimana ia akan terbiasa dengan tingkat kesenangan yang sangat tinggi. Jika demikian, maka tingkat kesenangan normal, seperti kesenangan akibat aroma sabun, keramahan orang lain, atau makanan yang lezat, tidak akan terasa sama sekali. Pengguna heroin akan terus menagih rasa senang yang sangat ‘tinggi’ itu dan merasa sangat menderita ketika tidak mendapatkannya.

Hal yang sama juga terjadi dengan adiksi terhadap pornografi. Sebuah kesenangan yang melonjak tinggi, yang diperoleh dari gambar-gambar porno, video, dan lain-lain, membuat dopamine yang dilepaskan dalam jumlah tinggi merubah sistem limbik di otak kita. Akibat dari adiksi ini (dan juga adiksi apapun), akan berdampak pada fungsi-fungsi otak yang lainnya seperti pengambilan keputusan dan beberapa fungsi lainnya. Dengan adiksi ini, pecandu akan terus meminta sesuatu yang lebih dan lebih sampai-sampai kehidupan normal yang tadinya sudah cukup menyenangkan menjadi terasa hampa. Kondisi ini bisa mengarah pada depresi.

Menurut DSM-IV, sebuah panduan pengukuran abnormalitas dalam psikologi, kecanduan terhadap apapun terjadi melalui beberapa proses. Pertama-tama ketika mencoba, seseorang akan merasakan gejolak yang sangat tinggi. Ketika ia mencobanya berulangkali, maka lama-kelamaan rasa gejolak itu semakin melemah dan ia pun menjadi terbiasa. Setelah terbiasa, maka orang tersebut akan meminta sesuatu yang lebih tinggi lagi dampaknya dari yang sebelumnya, dan begitu seterusnya. Sebagai contoh dalam pornografi. Awalnya ketika melihat gambar orang telanjang, akan merasa sangat bergejolak. Tapi berulangkali melihatkan akan membuat orang yang melihat terbiasa. Akhirnya ia pun menginginkan sesuatu yang lebih. Meningkatlah pada video pornografi. Untuk beberapa waktu memang sensasi yang dihadirkan video tersebut cukup menyenangkan, tetapi berulangkali melihat maka akan terbiasa dan orang tersebut pun akan mencari yang lebih dari video. Dalam interaksi lawan jenis juga begitu. Diawali dengan berpegang tangan sampai akhirnya terbiasa. Lalu karena sudah terbiasa, maka ingin memegang yang lain dan terus demikian.

Setelah dopamine dilepaskan, enzim lainnya yang juga dilepaskan setelahnya adalah Norephinephrine. Enzim ini berperan dalam hal mengingat sesuatu. Ketika kita mengalami sesuatu yang menyenangkan maka dengan enzim ini kita akan mengingatnya. Pengalaman dan rasa menyenangkan itu ‘diikat’ oleh enzim ini di otak kita. Lalu enzim lainnya adalah serotonine yang berfungsi menghadirkan rasa damai. Enzim ini dilepaskan setelah kita mencapai kepuasan tertentu.

Dalam adiksi, enzim norephinephrine dan serotonine akan dilepaskan setelah kepuasan puncak tercapai. Rasa damai itulah yang sebenarnya ‘dikejar’. Tuntutan yang berlebih terhadap rasa damai ini, menurut penelitian yang dilakukan oleh Don Hilton, dapat merukan sejumlah bagian depan otak yang berkaitan dengan fungsi pengambilan keputusan, rasio, act of will, dan disiplin diri.

Beberapa kasus yang cukup parah diungkapkan oleh Mr. Hyde. Seorang remaja mengalami adiksi pornografi dan memulai dengan berhubungan seksual dengan lawan jenisnya. Lama-kelamaan ia sudah tidak lagi merasakan kenikmatan, ia pun mencoba berhubungan dengan sesama jenis. Lama-kelamaan hal itupun sudah tidak menyenangkan lagi dan ia pun sampai mencoba berhubungan seksual dengan binatang. Setelah semuanya ia coba dan dirinya masih juga menagih sesuatu yang lebih besar, hidup terasa hampa dan juga mengalami depresi, akhirnya anak tersebut melakukan bunuh diri.

Kasus lain, seorang anak mengalami adiksi pornografi dan berusaha mencari pertolongan. Ia pun berusaha mengkomunikasikan penderitaannya itu kepada sang Ibu namun mendengar anaknya melakukan sesuatu yang tidak senonok, ia pun marah dan mengancam akan memotong penis sang anak apabila ia masih melakukan hal itu. Dua tahun kemudian sang anak pun memotong penisnya sendiri.

Fakta Pornografi

Pornografi sering diterjemahkan sebagai gambar-gambar vulgar, video seks, atau perilaku yang sifatnya menyentuh bagian tubuh tertentu. Makna sebenarnya dari pornografi bukanlah demikian. Foto, video, dan perilaku itu hanyalah media pornografi sementara yang menjadi adiksi dari pornografi itu sendiri adalah sensasi yang dihadirkan oleh media-media tersebut. Bukan gambar wanita telanjang yang menjadi masalah, tetapi rasa yang dihadirkan ketika melihat gambar tersebut. Sama halnya dengan kokain. Pecandu kokain tidak memuja kokain karena ia adalah serbuk putih yang cantik dan indah, tetapi karena rasa yang bisa dihadirkan oleh serbuk putih tersebut.

Pornografi adalah imajinasi. Semua yang terlihat di media pornografi adalah hasil rekayasa dan dibuat sedemikian rupa sehingga membangkitkan gairah yang tidak bisa ditolak atau dilawan. Ada kasus, seorang suami yang kecanduan pornografi padahal istrinya sangat cantik dan bertubuh indah. Yang menjadi masalah bukanlah ia merasa istrinya kurang cantik tapi karena tuntutan dopamine yang menginginkan sesuatu yang lebih dari sekedar istri yang cantik. Banyak wanita berpikir jika pasangannya melihat pornografi maka ia merasa dikhianati. Suaminya tidak memuja wanita dalam media pornografi yang ia lihat, tapi ia menikmati sensasi yang hadir karenanya. Hal ini perlu dipahami untuk mengerti lebih jauh tentang adiksi terhadap pornografi.

Mengenali Adiksi Pornografi

Di negara yang menganut agama cukup kuat atau pada dunia anak dimana masih ada rasa takut yang cukup tinggi ketika mereka melanggar hal-hal yang sebenarnya tidak boleh mereka lakukan, pornografi merupakan sesuatu yang salah dan harus disembunyikan. Ketika mereka melihat pornografi sekali saja, mereka tentu tidak ingin mengatakan hal tersebut pada orang tua mereka. Apalagi ketika mereka telah kecanduan. Dengan dasar ini kita bisa merumuskan sejumlah tanda-tanda kecanduan pornografi sebagai berikut.

Menarik diri dari pergaulan.Karena rasa bersalah atau malu, anak yang kecanduan pornografi akan lebih menarik diri dari pergaulan. Mereka akan lebih banyak menghabiskan waktu sendirian dan sangat sensitif tentang privasi mereka. Sikap ini dapat berwujud dalam tindakan tidak mengizinkan siapapun masuk ke kamar mereka atau berlama-lama di dalamnya.
Cara mereka melihat wanita / lawan jenis.Ketika memandang wanita mereka akan lebih terfokus pada anggota tubuhnya. Memang agak sulit melihat gejala ini, akan tetapi jika diperhatikan baik-baik maka perilaku seperti ini dapat dikenali.
DepresiAdiksi ini menyiksa mereka. Mereka pun akan lelah karena harus terus menutupi kebiasaan yang mereka nilai buruk ini. Dengan demikian mereka akan lebih mudah tersinggung dan marah, tidak suka ditanya soal dirinya dan sering tidak mau diganggu. Mereka pun akan lebih menyendiri dan memiliki kepercayaan diri yang menurun, serta menjadi pemurung.
Cara berbicara yang menggunakan kata-kata tidak senonoh.Bisa juga dengan memperhatikan cara mereka berbicara dengan teman-temannya. Apakah menggunakan kata-kata yang sifatnya seksual dan seberapa sering mereka menggunakannya. Ini bisa menjadi indikator.
Memeriksa history alamat situs komputer Anda.Cara ini untuk mencari tahu seberapa jauh akses anak terhadap pornografi.
Memeriksa SMS.Seringkali anak yang kecanduan ber-SMS dengan teman-temannya dengan menggunakan kata-kata yang tidak senonoh atau mengarah pada seksualitas.
Bertanya.Cara yang paling baik menurut Mr. Hyde adalah hanya dengan menanyakan kepada anak. Bukan dalam suasana yang menghakimi tapi dalam sebuah obrolan hangat. Tanyakan seberapa kenalkah anak dengan pornografi dan jangan lantas marah. Mereka bisa jadi dikenalkan dan bukan mencari pornografi sendiri. Beritahu dengan baik dan penuh kasih sayang mengenai mengapa mereka tidak boleh mengakses pornografi. Hal ini akan membangun kepercayaan anak pada kita dan memperkuat hubungan orang tua dan anak.

Menangani Adiksi Pornografi Pemahaman dasar yang harus dipahami terlebih dahulu oleh semua oang tua adalah bahwa ADIKSI TERHADAP PORNOGRAFI MENYIKSA MENTAL ANAK. Anak yang mengalami adiksi akan sangat ingin berhenti namun terus saja gagal tanpa bantuan. Pemahaman ini memang sangat sulit untuk diinternalisasikan karena begitu banyak nilai-nilai susila dalam benak kita yang secara otomatis menolak pornografi sehingga sangat wajar ketika orang tua mengetahui anaknya bersentuhan dengan pornografi, reaksi yang pertama muncul adalah amarah luar biasa. Faktanya, hukuman dan amarah TIDAK MENYELAMATKAN anak dari adiksinya. Penerimaan merupakan kunci yang paling awal. Orang tua harus membenahi persepsi mereka tentang adiksi dan jangan serta-merta melihatnya hanya sebagai sebuah kesalahan, sebuah dosa, sebuah hal yang menjijikkan. Persepsi dan sikap yang harus menjadi landasan awal adalah bahwa anak perlu pertolongan dan mereka hampir putus asa menolong dirinya sendiri. Mr. Hyde mengatakan bahwa tidak ada orang yang membenci adiksi selain orang yang kecanduan itu sendiri. Anak yang kecanduan pornografi benci akan kencanduannya dan sangat ingin keluar darinya. Ia tersiksa diperbudak oleh adiksi dan merasakan kehampaan dalam hidup. Mereka depresi dan tanpa pertolongan, mereka bisa mengambil keputusan yang salah. Kasih sayang adalah obat yang paling manjur. Sejumlah sekolah sert-merta men-DO siswanya yang tertangkap melakukan hal yang sifatnya pornografi, padahal itu tidak menyelesaikan masalah. Itu akan mempermalukan sang anak dan ia akan semakin menutup diri sehingga semakin sulit untuk menolongnya. Hukuman dan amarah hanya akan menambah siksaan. Pertolongan dan kasih sayang lah yang menyelamatkan. Kita tidak akan bisa melindungi anak dari media dan hal-hal yang beredar dalam media tidak dapat kita kontrol. Kadang pornografi muncul secara tersirat kadang terang-terangan. Oleh karena itu kita harus bisa membekali anak agar tidak digoyahkan atau hanyut oleh apa yang disajikan media. Caranya adalah dengan kejujuran. Katakan pada anak dengan jujur tentang seks, tentang kekhawatiran kita, tentang dampak yang bisa mereka peroleh dari sebuah keputusan yang salah Mr. Hyde mengatakan bahwa ia berbicara pada anaknya tentang seks. Beliau mengatakan bahwa seks memang sangat enak, tetapi hanya jika dilakukan di saat yang tepat. Beliau menganalogikannya dengan mobil. Mana yang lebih baik, mendapat mobil rongsokan hari ini yang bisa membahayakanmu, atau menunggu beberapa tahun untuk mendapat sebuah Porche? Menerima mobil rongsokan hari ini hanya akan membuat kita lelah dan terancam bahaya. Pada akhirnya kita tidak akan pernah merasakan nikmatnya membawa mobil. Tapi jika ingin menunggu, maka kenikmatan yang akan kita dapatkan pun akan sangat luar biasa. Beliau juga menjelaskan tentang kaitan hubungan seksual dengan cinta dan komitmen. Seks akan terasa sangat nikmat jika diiringi dengan cinta dan komitmen. Kenikmatan yang disajikan oleh media pornografi manapun tidak akan bisa menandingi rasa damai yang hadir dari kepuasan seks yang diiringi cinta dan komitmen. Seks juga akan semakin luar biasa ketika berdampingan dengan nilai spiritual kita. Melakukan seks tanpa takut dosa sehingga rasa yang hadir pun menjadi sangat mendamaikan jiwa. Hal sederhana yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah adiksi pornografi adalah dengan menunjukan ekspresi cinta dan kasih sayang antara satu sama lain di depan anak-anak. Bukan melakukan kegiatan seksual di depan anak, tapi menunjukan cinta dalam kata-kata, ketika berbicara dengan suami atau istri, saling tersenyum, mengecup dahi, dan mengatakan betapa sebagai pasangan mereka saling mencintai. Ini akan membangun sebuah nilai di benak anak mengenai hubungan yang benar antara 2 orang manusia. Mereka akan menginginkan hal itu dan akan merasa jijik ketika melihat aksi pornografi yang sifatnya seperti ‘binatang’. Anak yang sudah terlanjur adiktif, harus dibantu dengan kasih sayang dan kesabaran. Butuh waktu bagi mereka untuk kembali menormalkan dopamine mereka. Butuh latihan untuk menjadi bisa dan sebagai orang tua, kita harus selalu siap mendampingi. Izinkan anak berbicara dengan leluasa tentang penderitaannya dan hargai perasaannya. Jangan menghakimi atau menghukum, tapi bantu. Jika orang tuanya tidak membantu, maka ia pun bisa mencari bantuan dari tempat yang salah, yang bukannya menyelamatkan, tetapi semakin membahayakan.

:: sumber :
http://0penview.wordpress.com/2010/10/07/resume-mengenali-dan-mengatasi-adiksi-pornografi-pada-anak-dan-remaja/
http://sandyajizah.blogspot.com/2013/01/addiction.html