Selasa, 29 Desember 2015

#SIP Design Sistem Informasi Psikologi

hallo, People! 
Pada kali ini saya akan membahas topik utama tentang sebuah desain Agresivitas. 
Agresivitas dapat didefinisikan tingkah laku fisik atau verbal untuk melukai orang lain yang menyangkut aspek biologis, sosial dan elemen kognisi, yang bisa melukai orang lain (baik secara verbal atau verbal) atau merusak harta benda. di dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengetahui tingkah laku agresi tersebut. 

Agresivitas 
Myers (dalam Kulsum & Jauhar, 2014) mengatakan tingkah laku agresif adalah tingkah laku fisik atau verbal untuk melukai orang lain. Hal yang senada juga didefinisikan oleh Atkinson dkk (dalam Kulsum & Jauhar, 2014) bahwa agresi sebagai tingkah laku yang diharapkan untuk merugikan orang lain, perilaku yang dimaksud untuk melukai orang lain (baik secara fisik atau verbal) atau merusak harta benda. Berkowitz (1995) juga mengatakan agresi sebagai perilaku sosial yang kompleks karena menyangkut aspek biologis, sosial, dan elemen kognisi. 

Bentuk-Bentuk Agresivitas 
Averiil (dalam Nisfiannoor dan Yulianti, 2005) mengklasifikasikan perilaku agresif dalam bentuk :
 a.    Agresivitas langsung yaitu Seseorang langsung mengekspresikan perilaku agresifnya kepada orang yang menyebabkan agresifnya, misalnya dengan berkelahi, menyerang, memukul, menghina, dan mencerca.
b.    Agresivitas tidak langsung yaitu Seseorang secara tidak langsung melakukan agresivitasnya, misalnya dengan menghancurkan barang milik orang lain, menyuruh orang lain melakukan pembalasan, dan secara verbal menyebarkan gosip-gosip.
c. Agresivitas yang dialihkan (displaced aggression) yaitu Seseorang melakukan agresif, tetapi bukan terhadap orang yang menyakitinya tetapi mengekspresikannya terhadap sasaran pengganti. Ada dua macam agresivitas yang dialihkan yaitu : 
1) Agresivitas terhadap obyek bukan manusia, misalnya seseorang yang sangat marah akan menyalurkan perasaan tersebut dengan merusak benda-benda yang ada di sekitarnya;
2)  Agresivitas terhadap seseorang, karena adanya figur  otoritas maka ia mencari seseorang yang memiliki kemiripan dengan sasaran untuk melampiaskan kemarahannya, misalnya terhadap adik, kakak, teman, maupun guru.

Berikut Usercase pada sistem pakar :

Tampilan Aplikasi

Tampilan Awal dan Pengisian Pernyataan



Tampilan Hasil Jika "Sangat Setuju"




Tampilan Hasil Jika "Sangat Tidak Setuju"






Demikian rancangan sistem informasi psikologi mengenai Agresivitas. 
semoga bermanfaat dan mudah dipahami :).

Referensi : 

Berkowitz, L. (1995). Agresi: Sebab & Akibatnya. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo.
Kulsum, U. & Jauhar, M. (2014). Pengantar Psikologi Sosial. Penerbit: Prestasi Pustaka Jakarta.
Nisfiannoor, M dan Yulianti, E. (2005).Perbandingan Perilaku Agresif Antara   Remaja Yang Berasal Dari Keluarga Bercerai Dengan Keluarga Utuh.Thesis. Universitas Tarumanegara. Jakarta.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar