Jumat, 11 Desember 2015

#SIP Kecerdasan Buatan

Sejarah Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). 


Definisi Kecerdasan Buatan · 

  • H. A. Simon [1987] : “ Kecerdasan buatan (artificial intelligence) merupakan kawasan penelitian, aplikasi dan instruksi yang terkait dengan pemrograman komputer untuk melakukan sesuatu hal yang -dalam pandangan manusia adalah- cerdas” ·
  • Rich and Knight [1991]: “Kecerdasan Buatan (AI) merupakan sebuah studi tentang bagaimana membuat komputer melakukan hal-hal yang pada saat ini dapat dilakukan lebih baik oleh manusia.” · 
  • Encyclopedia Britannica: “Kecerdasan Buatan (AI) merupakan cabang dari ilmu komputer yang dalam merepresentasi pengetahuan lebih banyak menggunakan bentuk simbol-simbol daripada bilangan, dan memproses informasi berdasarkan metode heuristic atau dengan berdasarkan sejumlah aturan” 

Tujuan dari kecerdasan buatan menurut Winston dan Prendergast [1984]: 
1. Membuat mesin menjadi lebih pintar (tujuan utama) 
2. Memahami apa itu kecerdasan (tujuan ilmiah) 
3. Membuat mesin lebih bermanfaat (tujuan entrepreneurial) 

AI dapat dipandang dalam berbagai perspektif. · 
  • Dari perspektif Kecerdasan (Intelligence) AI adalah bagaimana membuat mesin yang “cerdas” dan dapat melakukan hal-hal yang sebelumnya dapat dilakukan oleh manusia ·
  • Dari perspektif bisnis, AI adalah sekelompok alat bantu (tools) yang berdaya guna, dan metodologi yang menggunakan tool-tool tersebut guna menyelesaikan masalah-masalah bisnis.
  • Dari perspektif pemrograman (Programming), AI termasuk didalamnya adalah studi tentang pemrograman simbolik, pemecahan masalah, proses pencarian (search).
Bahasa pemrograman AI : 
  • LISP, dikembangkan awal tahun 1950-an, bahasa pemrograman pertama yang diasosiasikan dengan AI. 
  • PROLOG, dikembangkan pada tahun 1970-an. 
  • Bahasa pemrograman berorientasi obyek (Object Oriented Programming (Objective C, C++, Smalltalk, Java). 

   Kecerdasan buatan termasuk dalam bidang ilmu yang relatif muda. para ilmuwan dan peneliti mulai memikirkan bagaimana caranya agar mesin dapat melakukan pekerjaanya seperti yang bisa dikerjakan oleh manusia, Alan Turing seorang matematikawan inggris pertama kali mengusulkan adanya tes untuk melihat bisa tidaknya sebuah mesin dikatakn cerdas.Hasil tersebut dikatakan sebagai Turing Test, dimana si pemesin tersebut menyamar seolah-olah sebagai di dalam suatu permainan yang mampu berkomunikasi dengan orang lain, maka dapat dikatakan bahwa mesin tersebut cerdas (seperti layaknya manusia).
Kecerdasan Buatan sendiri dimunculkan oleh seorang profesor dari Massachussetts Insitute of Technologhy yang bernama John McCarthy  pada tahun 1956 pada Dormouth Conference yang dihadiri oleh para peneliti AI. 



Beberapa program AI yang dibuat mulai tahun 1956-1966, antara lain :
  1. Logic Theorist, diperkenalkan pada Darmouth Conference, program ini dapat membuktikan teorema-teorema matematika. 
  2. Sad Sam, dipropgram oleh Robert K. Lindsay (1960). program ini dapat mengetahui kalimat-kalimat sederhana yang ditulis dalam bahasa inggris dan mampu memberikan jawaban dari fakta yang didengar dalam percakapan.
  3. ELIZA, dipertemukan oleh Joseph Weinzenbaum (1967), program ini dapat melakukan terapi terhadap pasien dengan memberikan pertanyaan. 
Hubungan AI dengan Kognisi Manusia 

  Semua orang yang merangkai model proses distribusi paralel seperti neuron, telah bekerja keras untuk mencoba menemukan solusi atas pertanyaan tentang otak sebagai mesin berpikir. Setelah melalui riset psikologi selama lebih dari 1 abad, terutama melalui riset psikologi kognitif beberapa abad yang lalu. Apa yang telah kita pelajari tentang mesin berpikir kita, yang disebut otak. Otak berbeda secara fundamental dibandingkan dengan komputer Von Neumann yang sekarang biasa digunakan. Mungkin AI akan berperan lebih jauh jika komputer lebih menyerupai otak. 
  Seperti yang ditampilkan dalam table perbandingan komputer tipe Von Neumann dengan otak, jadi tidak aneh jika para ilmuwan menghentikan pekerjaan mereka. Mereka bekerja dengan jenis mesin yang salah. untuk membuat komputer lebih mirip otak baik dalam struktur maupun prosesnya. Sistem jaringan neuron, model-model PDP, dan hubungannya telah menggoda ilmuwan untuk menemukan prinsip komputerisasi yang memerintah jaringan neuron pada sistem saraf manusia. Mereka melakukannya dengan cara yang tampak sangat abstrak. Unit mewakili neuron, tetapi mengikuti tingkah laku neuron, yaitu bahwa unit bisa dipasangkan dengan unit yang lain. Hubungan diantara mereka bisa menguat atau melemah, lalu stabil dan seterusnya.
  Sebuah konsep penting juga telah diajukan mengenai jaringan neuron yang juga masih dipelajari, yaitu melalui sistem seperti sinapsis (seperti infrastruktur otak) yang menghubungkan unit-unit, yang dapat berubah seiring dengan pengalaman. Beberapa usaha telah berhasil. Cara pandang baru mengenai kognisi manusia telah menimbulkan banyak antusiasme diantara para pendukungnya.

REFERENSI : 
http://entin.lecturer.pens.ac.id/
wsilfi.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/4338/1-AI.pdf. 
Solso, R. L., Maclin, O. H., Maclin, M. K. (2009). Psikologi Kognitif. Jakarta: Erlangga

Tidak ada komentar:

Posting Komentar