Sabtu, 10 Oktober 2015

#SIP Asitektur Komputer dan Struktur Kognisi Manusia


Arsitektur Komputer didefinisikan lebih cenderung pada kajian atribut-atribut sistem komputer yang terkait dengan seseorang programmer. Contohnya set instruksi, aritmetika yang digunakan teknik pengalamatan, mekanisme I/O.
Fungsi Komputer adalah sebagai alat bantu dalam pendidikan yang membantu pendidik dalam menyampaikan materi kuliah atau pelajaran.
Bagian Komputer ada tiga yaitu :

  1. Hardware : bagian perangkat keras yang bekerja sesuai dengan instruksi
  2. Software : suatu perangkat lunak yang berisi perintah-perintah atau program untuk mengoperasikan. 
  3. Brainware : user  atau orang yang menggunakan komputer. 
Komponen bagian dalam komputer :

  1. Mother Board/Main board : tempat semua komponen atau device dipasang
  2. CPU : bagian terpenting dari sebuah komputer yang ada pada komputer.
  3. Memori : suatu perangkat keras yangb berfungsi sebagai penyimpan data dalam program. 
  4. Input/Output Unit berfungsi sebagai penerima atau pengeluaran data setelah diproses oleh processor. 
  5. Disk Drive/Flopy Drive : suatu media yang berfungsi sebagai penyimpan data eksternal. 
  6. CD Room/DVD Room : untuk membaca dan Read/Write mampu membaca data juga bisa menulis atau menghapus data dalam bentuk CD/DVD. 
  7. VGA : divice yang berfungsi mengolah data visual menjadi resolusi tinggi yang ditampilkan oleh monitor.
  8. Soundcard : perangkat keras yang berfungsi sebagai output audio, baik buruknya output suara tergantung dari jenis soundcardnya
  9. Monitor : menampilkan visualisasi atau gambar pada komputer. 



Struktur Kognisi Manusia
sebelum kita menjelaskan sturktur kognisi manusia , akan dijelaskan terlebih dahulu apa itu struktur ? kognisi ? dan manusia ? . 


  • Definisi struktur adalah kumpulan elemen data yang digabungkan menjadi satu kesatuan. masing-masing elemen data tersebut dinamakan field atau elemen struktur. 
  • Definisi kognisi adalah suatu kegiatan pikiran, saat seseorang sadar akan objek suatu pemikiran atau persepsi. Kognisi mencakup semua aspek pikiran dan memori. makin sering terjadi kebangkitan, makin besar pula efeknya terhadap fungsi kognitif. 
  • Definisi manusia adalah manuisa diartikan sebagai makhluk individual, sebagai makhluk yang memiliki tugas, fungsi dan keunikannya sendiri. 
Dapat didefinisikan bahwa struktur kognisi manusia adalah kumpulan elemen saat seseorang sadar akan objek pemikiran atau persepsi yang memiliki tugas serta fungsi dan keunikannya sendiri.
Struktur Kognitif adalah kumpulan dari pengalaman dari kognisi individu.

Kognisi merupakan aktivitas mental yang menggambarkan pemrolehan, penyimpangan, transformasi dan menggunakan pengetahuan (Solso, 1991).

Kognisi adalah kepercayaan seseorang tentang sesuatu yang didapatkan dari proses berpikir tentang seseorang atau sesuatu. Kepercayaan/ pengetahuan seseorang tentang sesuatu dipercaya dapat mempengaruhi sikap mereka dan pada akhirnya mempengaruhi perilaku/ tindakan mereka terhadap sesuatu. mengubah pengetahuan seseorang akan sesuatu dipercaya dapat mengubah perilaku mereka.

Kognitif > Proses-proses yang melandasi dinamika mental meliputi beberapa proses:
  • input eksternal
  • atensi selektif dan persepsi
  • Pembentukan representasi internal (disimpan dalam memori)
  • Pengambilan keputusan dan perencanaan
  • Pengambilan tindakan

Kognitif terkait dengan:
  • Cara memperoleh & memproses informasi mengenai dunia,
  • cara informasi itu disimpan & diproses oleh otak,
  • cara kita menyelesaikan masalah,
  •  berpikir & menyusun bahasa.

 Kelebihan dan kekurangan dari struktur kognisi yaitu :

Kelebihan :
  • Struktur kognisi lebih sistematis , memiliki arah dan tujuan yang jelas. Banyak memberi motivasi agar terjadi proses belajar dan mampu mengoptimalisasikan kerja otak secara maksimal. 
Kekurangan :
  • Membutuhkan waktu yang cukup lama.
Kelebihan dan kekurangan dari arsitektur komputer yaitu :

Kelebihan:
1. Memiliki processor yang berjumlah lebih dari satu. \
2. Bisa digunakan oleh banyak pengguna (multi user). 
3. Dapat membuka beberapa aplikasi dalam waktu bersamaan 
4. Menggunakan teknologi time sharring. 
5. Kecepatan kerja processornya hingga 1GOPS (Giga Operations Per Second)


Kekurangan:
1. Karena ukurannya yang besar, maka diperlukan ruangan yang besar untuk menyimpannya.
2. Harganya sangat mahal. 
3. Interface dengan pengguna masih menggunakan teks.
4. Kerjanya sangat lama.  
5. Membutuhkan daya listrik yang sangat besar.


Hubungan arsitektur computer dengan kognisi manusia?

Setiap manusia, walaupun memiliki kemampuan kognisi yang luar biasa, tetap memiliki banyak kekurangan. Untuk membantu manusia dalam pekerjaannya, maka diciptakanlah berbagai teknologi yang disebut kecerdasan buatan (artifical intelegence). Dalam hal ini yang paling dikenal dengan komputer. Komputer terus berkembang, dan dibuat serupa dengan sistem kognisi manusia. maka dibuatlah suatu rancangan bagaimana sistem kerja komputer atau Arsitektur Komputer sebagai suatu kombinasi antara pengolahan pusat dengan pengingat kontrol. Selanjutnya output dari komputer itu dapat diterima dengan baik oleh pengguna komputer. Struktur kognisi manusia merupakan bagian atau komponen yang terstruktur dalam otak manusia yang memberi pengetahuan berdasarkan sistem, skema, adaptasi, asimilasi dan akomodasi yang membentuk suatu kematangan dan pengalaman otak dalam menjalankan kehidupan sosial bagi seorang manusia.

Referensi: Dewanto. G. (2007). Panduan Praktis Diagnosis dan Tata Laksana Penyakit Saraf. Jakarta: Buku Kedokteran EGC

Utami, E. Stuktur Menggunakan C di GNU/LINUX. Penerbit: Andi
Sudarma, M. (2008). Sosiologi Untuk Kesehatan. Jakarta: Salemba medika

Setyawan. A. & Riadi. I. (2013). Aplikasi Multimedia Pembelajaran Tentang Memori Menggunakan Adobe Flash. Jurnal Sarjana Teknik Informatika. Vol 1-1-Juni 2013


http://www.gudangmateri.com/2009/07/arsitektur-dan-organisasi-komputer.html


Sternberg, R.J. (2006) Cognitive Psychology. Belmont, CA: Thomson Wadsworth

Bjorklund, D.F (2000). Children’s thinking:developmental function and individual differences. Belmont, CA : Wadsworth

Solso, RL.(1991). Cognitive psychology. Boston: Allyu&Racon

Krech, D.; Crutchfield, R.S.; & Ballachey, E.L. (1982). Individual in Society. 12


Berkeley: McGraw-Hill International Book Company.




Rabu, 07 Oktober 2015

#SIP Pengertian Informasi dan Sistem Informasi Psikologi

 a.   Pengertian Informasi menurut para ahli yaitu :
  • Tata Sutabri, S.Kom., MM, informasi adalah data yang telah diklasifikasikan ataupun diolah serta diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan sebuah keputusan.
  • Raymond Mc.Leod.  informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima serta bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini ataupun mendatang.
  •  Jogiyanto HM., (1999: 62). Informasi didefinisikan sebagai hasil dari suatu pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna serta lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
  • Abdul Kadir (2002: 31) ; Mc Fadden dkk (1999) mendefinisikan informasi adalah sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang yang telah menggunakan data tersebut.
    Dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan menjadi bentuk yang memiliki arti menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang. 

b.    Sistem Informasi Psikologi
Sebelum membahas apa itu sistem informasi psikologi , kita akan membahas satu persatu. Apa itu sistem ? Informasi ? dan psikologi ?
Sistem mempunyai beberapa pengertian, tergantung dari sudut pandang mana kata tersebut didefinisikan. Secara garis besar ada dua kelompok pendekatan yaitu :
1.    Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen-elemen atau kelompoknya yang dalam hal ini sistem ini didefinisikan sebagai “suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau untuk menyelesaikan suatu aturan tertentu.
2.   Pendekatan sistem sebagai jaringan kerja dari prosedur yang lebih menekankan urutan operasi di dalam sistem.
Pendekatan sistem yang lebih menekankan pada elemen-elemen atau komponennya mendefinisikan sistem sebagai “sekumpulan elemen yang saling terkait atau terpadu yang dimaksudkan untuk mencapai suatu tujuan”. Dengan demikian di dalam suatu sistem, komponen-komponen ini tidak dapat berdiri sendiri-sendiri, tetapi sebaliknya saling berhubungan hingga membentuk suatu kesatuan sehingga tujuan sistem itu dapat tercapai.

Informasi menurut para ahli yaitu :
  • Raymond Mc.Leod.  informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi sipenerima serta bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini ataupun mendatang.
  • Jogiyanto HM., (1999: 62). Informasi didefinisikan sebagai hasil dari suatu pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna serta lebih berarti bagi penerimanya yang menggambarkan suatu kejadian – kejadian yang nyata yang digunakan untuk pengambilan suatu keputusan.
  • Abdul Kadir (2002: 31) ; Mc Fadden dkk (1999) mendefinisikan informasi adalah sebagai data yang telah diproses sedemikian rupa sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang yang telah menggunakan data tersebut.
  • Tata Sutabri, S.Kom., MM, informasi adalah data yang telah diklasifikasikan ataupun diolah serta diinterpretasikan untuk digunakan dalam proses pengambilan sebuah keputusan.

Dapat disimpulkan bahwa informasi adalah data yang telah diklasifikasikan menjadi bentuk yang memiliki arti menggambarkan suatu kejadian-kejadian sehingga dapat meningkatkan pengetahuan seseorang.

Psikologi menurut para ahli yaitu : 
  • menurut Wundt (dalam Basuki, 2008), Psikologi merupakan ilmu tentang kesadaran manusia (the science of human consciousness). 
  • Woodworth dan Marquis (dalam Basuki, 2008), Psikologi yaitu mempelajari aktivitas-aktivitas individu, baik aktivitas motorik, kognitif maupun aktivitas emosional. 
  • Branca mengemukakan bahwa Psikologi ilmu pengetahuan tentang perilaku manusia. 
Dapat disimpulkan bahwa psikologi adalah ilmu tentang kesadaran manusia yang mempelajari aktivitas-aktivitas individu baik motorik, kognitif maupun aktivitas emosional dan juga mempelajari tentang perilaku manusia. 
berdasarkan dari penjelasan-penjelasan diatas bisa didefinisikan bahwa sistem informasi psikologi adalah sekumpulan elemen yang terkait dan telah diklasifikasikan berdasarkan kejadian-kejadian dan juga mempelajari aktivitas-aktivitas individu dan perilaku manusia.

Komponen Informasi terdapat lima tahapan yaitu : 
  1. input
  2. proses data
  3. output
  4. penyimpanan
  5. pengendalian aktivitas dalam mengubah sumber daya data menjadi sebuah informasi.
Informasi-informasi tersebut ditemukan melalui enam komponen metodologi yaitu : 
  1. deduksi logis
  2. interpretasi hipotesis, instrumentasi, skala pengukuran, sampling
  3. penyederhanaan (dengan statistik, estimasi parameter)
  4. pembentukan teori dan proposisi
  5. pengujian hipotesis
  6. inferensial logis
Fungsi Informasi yaitu menghasilkan informasi tentang sel maupun range mengenai posisi maupun format yang berlaku padanya. melalui fungsi ini, kita dapat mengetahui posisi baris, kolom, nilai suatu pesan kesalahan, lokasi suatu file, jumlah sheet dalam suatu file. 

Komponen Sistem Informasi :

  • perangkat keras yaitu komponen untuk melengkapi kegiatan memasukan data, memproses data, dan keluaran data.
  • perangkat lunak yaitu program dan instruksi yang diberikan ke komputer.
  • database yaitu kumpulan data dan informasi yang diorganisasikan sedemikian rupa sehingga mudah diakses pengguna sistem informasi.
  • telekomunikasi yaitu komunikasi yang menghubungkan antara pengguna sistem dengan sistem komputer secara bersama-sama ke dalam suatu jaringan kerja yang efektif. 
  • manusia yaitu personel dari sistem informasi meliputi manajer, amalis, programer,dan operator, serta bertanggung jawab terhadap perawatan sistem. 


Fungsi Sistem Informasi  : 

  • meningkatkan aksebilitas data yang tersaji secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai
  • menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis
  • mengembangkan proses perencanaan yang efektif 
  • mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan keterampilan pendukung sistem informasi. 

Referensi : 
http://www.gurupendidikan.com/pengertian-informasi-menurut-para-ahli-lengkap/.

Kusrini, Koniyo. A (2007). Tuntutan Praktis Membangun Sistem Informasi Akuntansi dengan Visual Basic dan Microsoft SQL Server. Perpustakaan Nasional: Katalog dalam Terbitan (KDT).

Gulo, W. (2000). Metodologi Penelitian. Penerbit: Grasindo

Basuki, H.A.M. (2008). Psikologi Umum. Jakarta: Universitas Gunadarma

Arifin. J. (2009). Mengungkap Kedahsyatan  205 Fungsi Terapan Microsoft Office Excel. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

http://www.dosenpendidikan.com/12-pengertian-dan-fungsi-sistem-informasi-menurut-para-ahli/

Fatta, H.A. (2007). Analisis dan Perancangan Sistem Informasi untuk Keunggulan Bersaing Perusahaan dan Organisasi. Penerbit: CV. ANDI OFFSET

Jumat, 02 Oktober 2015

#SIP Artikel Tentang Etika Menulis Online

#SIP Artikel tentang etika menulis online :

12 Butir Kesepakatan Etika Menulis Blog:
  1. Menghargai dan menjunjung tinggi perlindungan Hak Kekayaan Intelektual dengan menghindari plagiarisme, pembajakan, dan selalu mencantumkan sumber setiap kali mengutip karya orang lain.
  2. Tidak mendiskreditkan pihak lain dan selalu berkomitmen untuk menulis secara proporsional.
  3. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur pornografi.
  4.  Selalu berbagi pengetahuan dan kebaikan melalui blog masing-masing.
  5. Tidak berprasangka dan hanya menulis berdasarkan fakta yang diyakini bisa dibuktikan serta tetap dengan menjunjung tinggi etika kesopanan dalam menulis.
  6.  Tidak melakukan spamming melalui kolom komentar.
  7. Tetap menjaga kesopanan dan rasa saling menghormati dalam memberikan komentar pada blog yang dikunjungi.
  8. Tidak melakukan hack pada website atau blog lain.
  9. Tidak menampilkan tulisan atau gambar yang mengandung unsur SARA.
  10.  Menggunakan bahasa yang baik dalam menulis.
  11. Tetap menjunjung tinggi kebebasan berekspresi dalam menulis tetapi tidak melanggar hak-hak orang lain.
  12.  Bersedia meralat informasi yang telah ditulis dalam blog jika di kemudian hari terdapat kesalahan dalam memuat tulisan di blog.*


Referensi : http://www.pikiran-rakyat.com/horison/2011/06/30/150392/12-butir-etika-menulis-blog


Selasa, 20 Januari 2015

Pentingnya Komunikasi Dalam Manajemen

Nama : Tiara Iranasari
kelas : 3PA08
NPM : 17512371
PSIKOLOGI MANAJEMEN 

Pentingnya Komunikasi Dalam Manajemen.

Komunikasi adalah suatu proses dimana upaya dalam membangun saling pengertian. Dalam suatu organisasi biasanya selalu menekankan bagaimana pentingnya sebuah komunikasi antar anggota organisasi untuk menekan segala kemungkinan kesalahpahaman yang bisa saja terjadi. 

Sering terlihat bahwa manager tidak menyadari pentingnya komunikasi di tempat kerja dan dengan demikian tidak menyampaikan ide-ide mereka, tujuan perusahaan, visi dengan sangat jelas. Ketika para senior tidak dapat menciptakan lingkungan yang terbuka dan komunikasi yang jelas, maka memiliki dampak negatif pada budaya kerja dan produktivitas karyawan. Sebuah perusahaan dimana tidak ada berbagi informasi antara dua atau lebih individu, maka pemborosan sumber daya akan sering timbul. Untuk menghindari ini, komunikasi yang efektif di tempat kerja harus didorong untuk keberhasilan perusahaan secara menyeluruh. 

Adapun peran komunikasi yaitu : 
  • menciptakan kepuasan kerja : perusahaan wajib mendorong korespondesi terbuka dan mudah antara senior dan bawahan. Jika lingkungan kerja ramah dimana bawahan di dorong untuk mengkomunikasikan ide-ide mereka kepada manajer mereka mengenai pekerjaan terkait, dan umpan balik mereka merasa dihargai dalam perusahaan. 
  • menyelesaikan konflik : komunikasi yang terbuka ditempat kerja dapat membantu mencegah dan menyelesaikan konflik. misalnya jika dua karyawan memiliki ketidaksetujuan atas beberapa masalah, maka konflik tersebut diselesaikan melalui diskusi bersama.
  • meningkatkan produktivitas : komunikasi yang efektif di tempat kerja adalah hal yang paling penting bagi keberhasilan dan kegagalan sebuah perusahaan. setiap perusahaan memiliki seperangkat tujuan yang jelas, tujuan dan visi. 
  • masa depan : kita semua tahu bahwa komunikasi adalah proses dua arah. semua karyawan dan manager dalam suatu perusahaan berkomunikasi dengan jelas. manager harus membangun hubungan kerja yang menyenangkan dengan karyawan mereka, sehingga karyawan tidak ragu untuk mendekati mereka. 
  • pembentukan hubungan : komunikasi terbuka , baik antara karyawan dan manager atau antara manajemen dan karyawan mengarah pada pembentukan hubungan pribadi dan profesional yang lebih baik. 
  • pemanfaatann sumber daya : jika sebuah perusahaan menghadapi masalah, krisis dan konflik akibat miskomunikasi antara karyawan.
Pentingnya komunikasi di tempat kerja dapat diringkas dalam dua kata "kepuasan kerja" . Jika karyawan puas kerja dalam suatu perusahaan , tidak menyangkal fakta bahwa masa depan perusahaan benar-benar terjamin.

Referensi :
-http://www.wedaran.com/4804/pentingnya-komunikasi-yang-baik-di-tempat-kerja/
-http://www.academia.edu/6720272/Arti_penting_komunikasi_dalam_organisasi_softskill

Stres dan Konflik Dalam Manajemen

Nama : Tiara Iranasari
Kelas : 3PA08
NPM : 17512371
PSIKOLOGI MANAJEMEN

Stres dan Konflik Dalam Manajemen.


A. Konflik dalam Manajemen 

Konflik terjadi dalam situasi dimana kepentingan antar pihak berbeda dan terdapat usaha untuk saling
menghalangi kepentingan masing-masing.  Konflik dapat berupa ketidaksepakatan mengenai

substansi suatu masalah dan atau masalah yang bersifat emosional : 
  • Konflik substansial melibatkan ketidaksepakatan terhadap tujuan, sumber daya, reward, kebijakan, prosedur maupun tugas dalam pekerjaan. 
  • Konflik emosional berasal dari perasaan marah, tidak percaya, takut, penolakan maupun perselisihan yang bersifat personal. 
Jenis Konflik yaitu : 
  • Konflik fungsional adalah konflik yang bersifat konstruktif dan membantu dalam meningkatkan kinerja organisasi. Konflik ini mendorong orang untuk bekerja lebih keras, bekerja sama dan lebih kreatif.
  • Konflik disfungsional adalah konflik yang bersifat destruktif dan dapat menurunkan kinerja organisasi. misalnya: dua orang karyawan tidak bisa bekerjasama karena permusuhan pribadi; anggota komite yang tidak dapat menyetujui tujuan yang ditetapkan organisasi. Terlalu banyak maupun terlalu sedikit konflik akan bersifat disfungsional sedangkan konflik pada tingkat moderat akan bersifat fungsional.
Penyelesaian konflik : 
  •  Bersikap tidak peduli.
  • Menekannya. Menekan konflik yang terjadi menyebabkan menyusutkan dampak konflik yang negatif, tetapi tidak mengatasi. Menekan hanya sebuah pemecah konflik yang semu.
  •  Menyelesaikannya.
B. Stres Dalam Manajemen.

Stress adalah tekanan yang dialami oleh individu dalam menghadapi tuntutan, kendala, maupun peluang.
Penyebab stress (stressor): 
  • Faktor pekerjaan: tuntutan pekerjaan terlalu banyak/sedikit, konflik peran, ambiguitas peran, hubungan interpersonal yang buruk, perkembangan karir yang terlalu cepat/lambat.
  • Faktor personal: kebutuhan, kemampuan, dan kepribadian.
  • Faktor non pekerjaan: masalah keluarga, ekonomi, dan hubungan pribadi. 
       Stres dapat dikatakan sebagai akibat dari konflik. Stres kerja dapat diartikan sebagai tekanan yang dirasakan pada karyawan ditempat kerja dimana dapat disebabkan karena tuntutan kerja yang terlalu banyak atau hubungan yang buruk antar karyawan. Stres dalam tiap orang berbeda-beda tergantung bagaimana orang tersebut memberikan respon terhadap tuntutan atau tekanan dalam pekerjaannya. Dalam beberapa kasus, stres tidak selalu bernilai negatif ada juga yang bernilai positif.        Misalnya, beberapa orang bekerja lebih baik menjelang deadline dan dalam tekanan waktu, sementara yang lainnya mungkin menjadi problematis.
Stres di tempat kerja dapat menimbulkan berbagai konsekuensi pada individu karyawan. Secara psikologis, timbul ketidakpuasan kerja yang diikuti dengan adanya tekanan pada emosi seperti cemas, mudah tersinggung atau mudah marah, bad mood, muram, bosan dan sikap kasar. Stres juga bisa berakibat pada perubahan perilaku karyawan, seperti: menurunnya produktivitas, tingkat kehadiran dan komitmen terhadap organisasi.

Adapun dua macam jenis stres : 
  • Stress konstruktif: stress yang dapat digunakan untuk meningkatkan kerja keras, mendorong kreatifitas, dan menjadikan seseorang menjadi lebih rajin. Stress pada tingkat yang rendah sampai tingkat moderat dapat memberikan energi positif pada individu maupun organisasi.
  • Stress destruktif: stress yang dapat mengganggu individu maupun organisasi. Stress yang tinggi dapat menyebabkan turunnya produktifitas, timbulnya kesalahan dan kecelakaan kerja, ketidakpuasan dan rendahnya kinerja serta mengganggu kesehatan sistem fisik dan mental individu.
Referensi : 
Sweeney, Paul D. & McFarlin, Dean B. (2002). Organizational Behavior: solution for management. International Edition. McGraw Hill Inc.

http://file.upi.edu/Direktori/FPEB/PRODI._MANAJEMEN_FPEB/197207152003121-CHAIRUL_FURQON/Artikel-konflik_%26_stres_dalam_organisasi.pdf

http://staff.uny.ac.id/sites/default/files/pendidikan/Mimin%20Nur%20Aisyah,%20M.Sc.,%20Ak./Bab%2011%20Manajemen%20Konflik.pdf

Senin, 12 Januari 2015

Control-control dalam manajemen - Minggu 1 Psikologi Manajemen

Nama : Tiara Iranasari
Kelas : 3PA08
Npm : 17512371

Kontrol biasa juga disebut pengendalian. 
Pengontrolan ialah suatu kegiatan yang dilakukan untuk mengukur besarnya harga suatu besaran kemudianmengadakan kegiatan untuk membatasi penyimpangan terhadap suatu harga yang diinginkan. dalam KKBI kontrol adalah pengawasan, pemeriksaan, pengendalian. 

Dalam pengontrolan terjadi empat langkah yaitu :
  1. pengukuran (measurement)
  2. perbandingan (comparation)
  3. menghitung (judgement)
  4. mengoreksi (correction)
Manajemen adalah suatu rangkaian aktifitas (termasuk perencanaan, pengorganisasian, pemimpinan, dan pengendalian) yang diarahkan padapenggunaan sumber daya organisasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkansecara efektif dan efisien.

Dalam manajemen terdapat kontrol-kontrol manajemen yaitu : 

  • (Awal) Preliminary, Kadang-kadang disebut kendali feedforward, Hal ini harus dipenuhi sebelum suatu perkerjaan dimulai. Kendali ini menyakinkan bahwa arah yang tepat telah disusun dengan sumber-sumber yang tepat tersedia untuk memenuhinya.

  • (Saat ini) Concurrent, Berfokus pada apa yang sedang terjadi selama proses. Kadang-kadang disebut Kendali steering, kendali ini memantau operasi dan aktivitas yang sedang berjalan untuk menjamin sesuatunya telah sedang dikerjakan dengan tepat.
  • (Akhir) Post-action, Kadang-kadang disebut kendali feedback , Kendali ini mengambil tempat setelah suatu tindakan dilengkapi. Kendali akhir berfokus pada hasil akhir, kebalikan dari input dan aktivitas.


Selasa, 11 November 2014

Paper Perorganisasian

TIARA IRANASARI
17512371
PSIKOLOGI MANAJEMEN

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat limpahan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga penulis dapat menyusun paper ini dengan baik dan tepat waktu. Dalam makalah ini saya membahas mengenai Perorganisasian.
Adapun maksud dan tujuan paper ini antara lain untuk memenuhi tuntutan kebutuhan pembelajaran mengenai Psikologi Manajemen, untuk lebih mengembangkan ilmu pengetahuan dan menambah informasi tentang Perorganisasian. Akhir kata semoga paper ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca.

Depok, 11 November 2014
Penulis













DAFTAR ISI
Kata Pengantar.................................................................................................
Daftar Isi..........................................................................................................
Bab I.................................................................................................................
Pendahuluan.....................................................................................................
A.    Latar Belakang......................................................................................
B.     Rumusan Masalah..................................................................................
C.     Tujuan....................................................................................................
Bab II.................................................................................................................
Pembahasan........................................................................................................
A.    Perorganisasian........................................................................................
B.     Struktur Organisasi.................................................................................
C.     Ciri-Ciri Teknis Organisasi .....................................................................
D.    Faktor-Faktor  Perancangan Struktur Organisasi.......................................
E.     Unsur-Unsur Organisasi ..........................................................................
BAB III
Penutup..................................................................................................................
A.    Kesimpulan.................................................................................................
Daftar Pustaka.........................................................................................................






BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Perorganisasian merupakan proses penyusunan sturktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi,sumber daya-sumber daya yang dimilikinya,dan lingkungan yang melingkupinya. Dalam organisasi terdapat aspek utama proses penyusunan organisasi adalah patementalisasi dan pembagian kerja. Bagian organisasi mengelompokkan kegiatan-kegiatannya,dimana setiap pengelompokkan diikuti dengan penugasan seorang manajer yang diberi wewenang untuk mengawasi anggota-anggota kelompok, hubungan antara fungsi-fungsi dengan jabatan,tugas-tugas dan para karyawan.


B. Rumusan Masalah
1.      Pengertian Perorganisasian
2.      Unsur-unsur struktur organisasi
3.      Faktor-faktor organisasi
C. Tujuan
1.      Untuk mengetahui tentang perorganisasian
2.      Untuk memahami unsur-unsur perorganisasian
3.      Untuk memahami faktor-faktor perorganisasian






BAB II
PEMBAHASAN
A. Perorganisasian
Perorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi. 
B. Pengertian Struktur Organisasi
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi). Selain daripada itu struktur organisasi juga menunjukkan spesialisasi-spesialisasi pekerjaan, saluran perintah dan penyampaian laporan. Struktur Organisasi dapat didefinisikan sebagai mekanisme-mekanisme formal organisasi diolah. Struktur organisasi terdiri atas unsur  spesialisasi kerja, standarisasi, koordinasi, sentralisasi atau desentralisasi dalam pembuatan keputusan dan ukuran satuan kerja.
C. Ciri-ciri teknis organisasi yang tidak baik :
·         Pengambilan keputusan seringkali terlambat ataupun seringkali kurang baik.
·         Organisasi tidak mampu bereaksi dengan baik terhadap perubahan kondisi lingkungan.
·         Dalam organisasi seringkali terjadi pertentangan.
D. Faktor-faktor yang menentukan perancangan struktur organisasi yaitu :
1.      Strategi organisasi pencapaian tujuan.
2.      Perbedaan teknologi yang digunakan untuk memproduksi output akan membedakan bentuk struktur organisasi.
3.      Kemampuan dan cara berfikir para anggota serta kebutuhan mereka juga lingkungan sekitarnya perlu dipertimbangkan dalam penyusunan struktur perusahaan.
4.      Besarnya organisasi dan satuan kerjanya mempengaruhi struktur organisasi.
E. Unsur-unsur struktur organisasi terdiri dari :
1.      Spesialisasi kegiatan
2.      Koordinasi kegiatan
3.      Standarisasi kegiatan
4.      Sentralisasi dan desentralisasi pembuatan keputusan
5.      Ukuran satuan kerja
Tujuan organisasi adalah untuk mencapai tujuan dimana individu-individu tidak dapat mencapainya sendiri. Tiang dasar perorganisasian adalah prinsip pembagian kerja yang memungkinkan sinergi terjadi.
Bagan organisasi untuk menunjukkan struktur organisasi. Memperlihatkan susunan fungsi-fungsi,departemen-departemen,atau posisi-posisi organisasi diantaranya.

Aspek Utama Bagan Organisasi :
1.      Pembagian kerja
2.      Manajer dan bawahan atau rantai perintah
3.      Tipe-tipe pekerjaan yang dilaksanakan
4.      Pengelompokkan segmen-segmen pekerjaan
5.      Tingkat manajemen.
Dalam organisasi terdapat keuntungan dan kerugiannya , diantaranya :
·         Keuntungan : Bahwa karyawan dan lain-lain diberi gambaran bagaimana organisasi      disusun.
·         Kerugian       :  Bahwa masih banyak hal-hal yang tidak jelas atau tidak ditunjukkan.





BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Pengorganisasian adalah merupakan fungsi kedua dalam Manajemen dan pengorganisasian didefinisikan sebagai proses kegiatan penyusunan struktur organisasi sesuai dengan tujuan-tujuan, sumber-sumber, dan lingkungannya. Dengan demikian hasil pengorganisasian adalah struktur organisasi. 
Struktur organisasi adalah susunan komponen-komponen (unit-unit kerja) dalam organisasi. Struktur organisasi menunjukkan adanya pembagian kerja dan menunjukkan bagaimana fungsi-fungsi atau kegiatan-kegiatan yang berbeda-beda tersebut diintegrasikan (koordinasi).










DAFTAR PUSTAKA